Ada yang harus diperhatikan saat anda ingin pergi ke Surabaya menggunakan jasa Kereta Api. Apalagi jika Jika anda belum pernah pergi ke Surabaya – dari Jakarta sebelumnya, ada beberapa tips maupun kecurangan yang sebaiknya anda ketahui, apa saja itu simak tulisan dibawah…
Jadwal dan Tarif kereta api Eksekutif Jakarta – Surabaya bisa juga dilihat disini selain jadwal yang sudah lengkap dibawah .
Kereta Api Eksekutif dari Stasiun Gambir Jakarta ke Surabaya ada tiga kereta yaitu KA. Argo Bromo, KA Sembrani, KA. Gumarang.
1. KA Argo Bromo Anggrek berangkat Siang (09.30) dan Malam (21.30-) Harga tiket 270 – 300rb
2. KA Sembrani berangkat Sore (18.45) Harga tiket 220 – 270rb
3. KA Gumarang berangkat Sore (18.00) Harga Tiket 220 – 270rb
KA Eksekutif paling cepat adalah KA ArgoBromo ( Jkt-Sby 10jam 27menit) dan tiba di Surabaya jam 07.45. KA Gumarang paling lambat (Jkt-Sby 14jam .45 menit) tapi tiba diSurabaya paling pagi yaitu jam 06.45. karena berangkat paling awal. , Sedang untuk KA Sembrani ( Jkt -Sby 12jam 4 menit ) sampai Stasiun Pasar Turi Surabaya Jam 07.02
Harga tiket kereta api diatas bisa berbeda tergantung Hari Berangkat ( Senin-minggu) dan Waktu (Siang/Malam). Senin- Kamis dan berangkat siang akan lebih murah daripada berangkat Jumat-Minggu malam, selisih harga kurang lebih 30rb.
Untuk mendapat tiket kereta yang bagus (Excecutive) seperti Argo Bromo lebih baik pesan terlebih dahulu paling dekat 1 hari sebelumnya jika harus beli mendadak sebaiknya pada pagi hari (jam 09-10 pagi). Kalau beli pas mau berangkat , kadang ada tiket kadang tidak. Untuk Tiket KA Sembrani dan KA Gumarang relatif lebih mudah mendapatkannya. dan bisa dibeli mendadak. Keadaan diatas tidak berlaku pada saat Hari Raya dan Libur panjang Sekolah.
Pemesanan Tiket ke nomor 13897 lewat Seluler dan Pembayaran ATM Mandiri lebih baik dari pada pembelian langsung ke loket karena harus lama antri. Jika tidak punya ATM Mandiri, tiket KA bisa dibeli lewat Agen Perjalanan dengan menambah biaya +- 20 rb. daripada antri.
KECURANGAN DI KERETA API EKSEKUTIF
” jika anda tidak membawa uang lebih atau sangat lapar jika ditawari makan (Nasi Goreng atau Steak) pertama kali oleh pramugari kereta, pertimbangkan lebih dulu jangan langsung diterima karena makanan tersebut harus anda beli, apalagi makanan tersebut belum tentu sesuai dengan selera anda, Tunggu makan malam Gratis baru akan diberikan sesudahnya. Karena porsi makan Gratis tidak cukup banyak bagi kaum lelaki ada baiknya makan dulu di stasiun atau dirumah sebelum berangkat. Makan malam gratis biasanya akan langsung diberikan tanpa ditawari terlebih dahulu, sedangkan yang bayar akan ditanya dengan ramah”
Saat saya naik KA Sembarani dari Jakarta – Surabaya PP, Banyak kejadian dan cerita kasihan yang disampaikan ke saya. Penumpang di sebelah kursi saya saat pulang dari Surabaya kebetulan adalah langganan tetap KA terutama KA Sembrani. Dari ceritanya banyak penumpang baru yang bengong saat makan makanan pertama yang ditawarkan karena setelah makan ditawari lagi makan kedua. Penumpang baru sadar bahwa makanan yang dimakan pertama kali harus bayar (untuk Steak 25 ribu). Penumpang ada juga yang protes (yang berani) akan tetapi banyak yang Bengong (nggak mau ribut) dan memelas (penakut dan tidak punya uang) saat disuruh bayar makan yang ditawarkan dan harus bayar karena sudah dimakan. Untuk protes ke Pelayan/Pramugari percuma karena pramugari tersebut kapasitasnya hanya sebagai pegawai. Yang paling bertanggung jawab adalah pimpinan tertinggi dari operasional KA tersebut agar kebijakan memberi makan penumpang bisa diubah.
Sebenarnya sangat mudah memberi fasilitas makan yang cukup, enak dan tidak merugikan penumpang yaitu tinggal menaikkan tarif Tiket sebesar makanan yang disediakan . Akan tetapi karena faktor Bisnis Pribadi yang meninggalkan etika kepentingan Umum, maka Praktek menjebak memberi makan akan tetap saja berlangsung. Kapan majunya Negara ini kalo perilaku menjebak makan penumpang seperti itu masih dilakukan, kasihan dong Menteri Perhubungan yang telah memilih Pejabat KA yang keliru.
Tapi saya yakin suatu saat Praktek menjebak memberi makan tersebut pasti akan berhenti, tinggal lihat saja siapa nanti yang akan bertindak menanggulangi atau bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Semoga.
INFO TAMBAHAN AGUSTUS 2009:
PT.KAI: Mulai 1 Agustus 2009, Fasilitas Makan+Minum Gratis KA-Executive diTIADAKAN!
Note : Sudah ada jawabannya kan tulisan diatas.
MENURUT SAYA : Sebaiknya fasilitas makan minum gratis tetap ada tapi pemberian makan yang gratis dulu baru yang bayar biar penumpang tidak terjebak. Kalo penumpang tidak puas atau kurang bisa beli makan yang bayar tsb , Itu baru PELAYANAN EXCECUTIVE.
PEMESANAN TIKET MULAI 17 AGUSTUS 2009
Kini pemesanan tiket tidak hanya bisa dilakukan di loket di Stasiun KA, kantor pos atau ATM. Karena mulai 17 Agustus 2009, pemesanan tiket KA juga bisa dilakukan melalui Call Centre dengan nomor 021 6916060 dari semua nomor telepon atau 121 dari telepon rumah (PSTN). Nomor telepon tersebut hanya bisa untuk memesan KA kelas bisnis atau eksekutif.
Direktur Komersial PT KA Sulistyo Wimbo Hardjito dalam siaran persnya di Jakarta (25/08) menuturkan, melalui kedua nomor pesan tersebut calon penumpang mendapat kode booking, selanjutnya calon pemesan melakukan pembayaran melalui ATM.
Selain untuk pemesanan tiket, Call Centre KA juga berfungsi sebagai pusat informasi jadwal perjalanan, tarif, serta keluhan penumpang KA. Sementara untuk saran dan keluhan pelanggan secara tertulis dapat dikirimkan ke PO.BOX .9559.JKT.(majalahka.com)