Adab Jima dan Cara Berhubungan Intim Suami isteri dalam Islam

Adab Jima’ dan Cara Berhubungan Intim Suami isteri dalam Islam

Hari ini tanggal 25 April 2011 saya akan  memberikan  hadiah  special  bagi isteri,  pasangan keluarga muslim atau bagi siapa saja yang  ingin  “mendatangi” isterinya atau “didatangi”  suaminya secara Islam.

Mungkin bagi sebagian orang hal ini dianggap kurang  penting, karena mereka berpendapat : Hubungan intim suami isteri (Jima) tidak perlu pakai adab dan aturan alami saja..  nyaman..   Sah-sah  saja pendapat tersebut karena itu hak asasi  tapi…. sebelum berpendapat demikian coba pikirkanlah  kejadian/ cerita  yang saya alami 11 tahun yang lalu yaitu:

Saya masih ingat betul dengan cerita sahabat saya yang bernama Muklish saat kami berjalan-jalan  di kota Kimcheon Korsel, kami  banyak menjumpai gadis yang berpakaian sangat  minim, Kata sahabat saya:   “ Pak Kyai (Guru ngaji) saya di Jawa Timur pernah ditanya oleh seorang Ibu  : “Pak kenapa anak gadis saya  nggak punya malu, berpakaian  selalu yang  minim-minim,  saya jadi malu dengan tetangga, segala cara sudah saya usahakan tapi tetap saja anak saya bandel,  susah sekali dinasehati  kenapa  pak  bisa demikian?  Jawab Pak Kyai : “Kamu bikin anak telanjang nggak ditutup jadi  anak ya begitu”

Apa benar begitu?  Ya bisa jadi memang demikan karena Islam mempunyai adab dan cara yang baik dalam berhubungan intim (jima’) sehingga jika jima’ yang dilakukan tidak sesuai dengan adab ajaran Islam bisa saja keadaan seperti diatas terjadi.  Lihat saja hampir 99% gadis yang berpakaian minim dan seksi karena orang tuanya tidak mempunyai pengetahuan agama Islam yang cukup terutama dalam hal jima’.

Setelah saya cari alasannya kenapa  Guru ngaji sahabat saya berkata demikian, ternyata Pak Kyai  ini berpedoman pada hadist Rasullullah SAW:

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Rasullullah SAW melarang jima’ tanpa penutup pasti ada maksudnya, selain yang diketahui yaitu  adanya mahluk Allah lain yang melihat (jin, qorin  dll),  bisa jadi   anak yang dihasilkan dengan  jima’  telanjang akan menjadi anak yang kurang mempunyai rasa malu  seperti  diatas,  hanya saja untuk memastikan jawabannya  mungkin  hanya orang yang diberi pengetahuan lebih oleh Allah seperti Pak Kyai diatas.

Oleh karena itulah  pengetahuan adab hubungan intim suami isteri dalam islam ini sangat penting agar muslimin dan muslimat diharapkan mempunyai keturunan yang baik dan  tidak terjebak dalam perilaku yang bertentangan  dengan ajaran Islam.

Adab dan Cara Berhubungan Intim ( Jima’) yang baik menurut Islam dapat dibagi dalam 3 keadaan yaitu :

A. Adab sebelum Jima’

B. Adab saat Jima’

C. Adab setelah Jima’

A. Adab sebelum Jima’

1. Menikah

Menikah adalah syarat mutlak untuk dapat melakukan hubungan intim secara Islam, Menikah juga harus sesuai syarat dan rukunnya agar sah menurut islam. Syarat dan Rukun  pernikahan adalah :  Adanya calon suami dan istri, wali,  dua  orang  saksi,  mahar serta terlaksananya Ijab dan Kabul. Mahar  harus sudah diberikan kepada isteri terlebih dahulu sebelum  suami menggauli isterinya sesuai dengan sabda Rasullullah SAW:

“.Ibnu Abbas berkata: Ketika Ali menikah dengan Fathimah, Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab: Aku tidak mempunyai apa-apa. Beliau bersabda: “Mana baju besi buatan Huthomiyyah milikmu?”. Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

Ini artinya  Ali harus memberikan mahar dulu sebelum “mendatangi”  Fathimah

Dalam  Islam, setiap Jima’ yang dilakukan secara sah antara  suami dengan isteri  akan mendapat pahala  sesuai dengan  Sabda Rasullullah sallahu alaihi wassalam:

“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Jadi Sungguh sangat  beruntung  bagi yang sudah menikah karena akan mendapat pahala jika jima’ dengan suami/istrinya sendiri ,  beda jika belum menikah jima’ akan menjadi  dosa dan terkena hukum zina yang merupakan dosa terbesar no.2 setelah dosa sirik. Zina tidak saja akan mendapatkan dosa tapi juga Penyakit  lahir maupun batin yaitu penyakit batin/jiwa   (enggan menikah) dan penyakit lahir berbahaya seperti AIDS yang  berbahaya karena belum ada obatnya yang cespleng sehingga penderitanya seperti tervonis menunggu mati dll.

Menikah sangat banyak kebaikannya yaitu: Menikah sangat dianjurkan Allah & Rasullullah SAW, menikah akan mendapatkan hak untuk  ditolong Allah, dapat memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,  menambah keluhuran/ kehormatan  dan  yang pasti anda telah berhasil mengalahkan setan dkk  karena orang yang menikah  telah berubah menjadi orang  yang penuh dengan pahala dan jika beribadahpun akan berlipat –lipat pahalanya dibandingkan  ibadahnya saat membujang

Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

Sabda Rasulullah saw,”Tiga orang yang memiliki hak atas Allah menolong mereka : seorang yang berjihad di jalan Allah, seorang budak (berada didalam perjanjian antara dirinya dengan tuannya) yang menginginkan penunaian dan seorang menikah yang ingin menjaga kehormatannya.(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)  

Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Jadi jangan sampai ditipu mentah-mentah oleh setan untuk tidak ada keinginan / menunda nikah dengan lebih menyukai pacaran karena

Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)  

Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).  

Jika ada orang yang enggan menikah karena alasan materi seperti penghasilan belum, tidak ada biaya atau miskin dll  renungkanlah firman Allah SWT yang pasti benar dalam Al Quran S. An Nuur ayat 32: 

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.An Nuur 32)   Bagi yang sudah mampu memberi nafkah tapi belummau menikah simaklah:  

Sabda Rasulullah saw.: Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu. (Shahih Muslim No.2485)

 

Demikianlah untuk dijadikan pengetahuan  bagi yang belum menikah

 

2. Memilih Hari dan Waktu yang baik / sunnah  untuk jima’

Semua hari baik untuk jima’  tapi hari yang terbaik untuk jima’ dan  ada  keterangannya dalam hadist adalah  hari Jumat sedangkan hari lain yang ada manfaatnya dari hasil penelitian untuk jima’ adalah hari Kamis. Sedangkan waktu yang disarankan oleh Allah SWT untuk jima adalah setelah sholat Isya sampai sebelum sholat subuh dan  tengah hari   sesuai firman Allah dam surat An Nuur ayat 58.

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig diantara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sesudah shalat Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat  bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. 24:58)

Melihat kondisi diatas  maka hari dan waktu terbaik  untuk jima adalah : Hari  Kamis Malam  setelah Isya dan Hari Jumat  sebelum sholat subuh dan tengah hari sebelum sholat jumat. Hal ini didasarkan pada Hadist berikut:

Barang siapa yang menggauli isterinya pada hari Jumat dan mandi janabah serta bergegas pergi menuju masjid dengan berjalan kaki, tidak berkendaraan, dan setelah dekat dengan Imam ia mendengarkan khutbah serta tidak menyia-nyiakannya, maka baginya pahala untuk setiap langkah kakinya seperti pahala amal selama setahun,yaitu pahala puasa dan sholat malam didalamnya (HR Abu Dawud, An nasai, Ibnu Majah dan sanad hadist ini dinyatakan sahih)  

Dari Abu Hurairah radliyallhu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850).  

Pendapat di atas juga mendapat penguat dari riwayat Aus bin Aus radliyallah ‘anhu yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at, berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam dan mendengarkan khutbahnya, dan tidak berbuat lagha (sia-sia), maka dari setiap langkah yang ditempuhnya dia akan mendapatkan pahala puasa dan qiyamulail setahun.” (HR. Abu Dawud no. 1077, Al-Nasai no. 1364, Ibnu Majah no. 1077, dan Ahmad no. 15585 dan sanad hadits ini dinyatakan shahih)  

Hasil penelitian di situs berita internet di:   Detikhealth  Jumat, 15/10/2010 17:58 WIB Seperti dilansir dari The Sun, Jumat (15/10/2010) Kamis, hari terbaik untuk berhubungan seksual Berdasarkan penelitian, tingkat energi kortisol alami yang merangsang hormon seks berada di titik puncak pada hari Kamis. Aturlah jam alarm Anda agar terbangun dan siap untuk melakukan hubungan seks di pagi hari Kamis. Hari ini adalah ketika hormon seks testosteron pada pria dan estrogen pada wanita lima kali lebih tinggi dari biasa.  

NB: Ada persesuaian antara hari kamis menurut penelitian dengan  hari jumat dalam hadist  karena Hari Jumat menurut orang islam dimulainya saat Maghrib (hari kamis sore) dan berakhir pada   jumat sore sebelum maghrib  

3. Disunahkan mandi sebelum jima’

Mandi sebelum jima’ dan  bersikat gigi  bertujuan agar memberikan kesegaran  dan  kenikmatan saat jima’.  Mandi akan  menambah nikmat jima karena badan akan terasa segar  dan bersih  sehingga mengurangi  gangguan saat jima’. Jangan lupa jika setelah selesai jima’  dan masih ingin mengulangi lagi sebaiknya kemaluan dicuci kemudian berwudhu.  

Abu Rofi’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud no. 219 dan Ahmad 6/8. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)  

4. Sebaiknya sholat sunnah 2 rakaat sebelum jima’

Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: Aku memberi nasehat kepada seorang pria yang hendak menikahi pemudi yang masih gadis, karena ia takut isterinya akan membencinya jika ia mendatanginya, yaitu perintahkanlah (diajak)  agar ia melaksanakan sholat 2 rakaat dibelakangmu dan berdoa  : Ya Allah berkahilah aku dan keluargaku dan berkahilah mereka untukku. Ya Allah satukanlah kami sebagaimana telah engkau satukan kami karena kebaikan dan pisahkanlah kami jika Engkau pisahkan untuk satu kebaikan  (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Thabrani dngan sanad Sahih  

5. Menggunakan parfum yang disukai suami/ isteri sebelum jima’

Menggunakan parfum oleh perempuan sebelum jima di sunahkan  karena akan lebih lebih meningkatkan gairah  suami isteri sehingga meningkatkan kualitas dalam berhubungan suami isteri. Hal ini didasarkan pada hadist  berikut : Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).

Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105)

“Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid (dengan tujuan) agar wanginya tercium orang lain maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi sebagaimana mandi janabat” (HR Ahmad2/444, shahihul jam’ :2073.)

Penggunaan parfum oleh wanita diperbolehkan atau disunatkan tergantung dari tujuannya, jika tujuannya untuk merangsang suami dalam jima’ disunahkan tapi jika digunakan untuk merangsang kaum laki-laki akan berdosa.

6. Berpakaian dan berdandan yang disukai suami / isteri sebelum jima’

Seorang isteri sebaiknya berdandan dan memakai pakaian yang disukai suami untuk menyenangkan dan memudahkan suami berjima’. Berpakaian seksi dikamar tidur dimana hanya suami atau isteri yang melihatnya diperbolehkan dalam islam karena dapat meningkatkan kualitas hubungan suami isteri (Hadist menyusul)

7. Berdoa meminta perlindungan Allah sebelum Jima’ :

Berdoa sangat penting sebelum melakukan jima’ terutama adalah doa memohon perlindungan kepada Allah terhadap gangguan setan dalam pelaksanaan jima. Berdoa dimulai dengan mengucapkan:

Bismillah. Allahumma jannabnasyoithona  wa jannabisyaithona  maa rojaktanaa”

Artinya :  Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarkanlah  kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetanRasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang mereka akan menggauli istrinya, hendaklah ia membaca: “Bismillah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari  setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami”. Sebab jika ditakdirkan hubungan antara mereka berdua tersebut membuahkan anak, maka setan tidak akan membahayakan anak itu selamanya. (Shahih Muslim No.2591)

 

“Dari Ibnu Abbas r.a. ia menyampaikan apa yang diterima dari Nabi SAW. Beliau bersabda, “Andaikata seseorang diantara kamu semua mendatangi (menggauli) isterinya, ucapkanlah, Bismi Allâhi, Allâhumma Jannibnâ Syaithânâ wajannibi al-syaithânâ mâ razaqtanâ. (Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarilah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan.” Maka apabila ditakdirkan bahwa mereka berdua akan mempunyai anak, syetan tidak akan pernah bisa membahayakannya.” (HR. Bukhâri Kitab Wudhuk Hadist 141). 

 

Jika jima’ untuk  dengan tujuan mendapatkan anak bisa berdoa sbb :

“Ya  Allah berilah kami keturunan  yang baik,  bisa dijadikan  pembuka pintu rahmat, sumber ilmu, hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat” Amin


B. Adab saat jima’

1. Jima dalam ruang tertutup tidak ditempat terbuka

Jima adalah hubungan yang sangat pribadi sehingga jika dilakukan ditempat terbuka (atap langit) dengan tekhnologi lensa terkini dapat saja hubungan itu terlihat atau direkam oleh karena Jima’ ditempat tertutup lebih baik. (Hadist menyusul)

2. Melakukan cumbu rayu saat jima dan bersikap romantis

Islam mengajarkan jima yang disertai dengan pendahuluan ungkapan perasaan kasih sayang seperti ucapan romantis, ciuman dan cumbu rayu dan tidak mengajarkan  langsung hajar tanpa pendahuluan . Hal ini sesuai dengan: Sabda Rasul Allâh SAW: “Siapa pun diantara kamu, janganlah menyamai isterinya seperti seekor hewan bersenggama, tapi hendaklah ia dahului dengan perentaraan. Selanjutnya, ada yang bertanya: Apakah perantaraan itu ? Rasul Allâh SAW bersabda, “yaitu ciuman dan ucapan-ucapan romantis”. (HR. Bukhâriy dan Muslim).

Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wasallam. Beliau bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu.” (HR. At-Tirmidzi).  

Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087)

 

3. Boleh, memberikan rangsangan dengan meraba, melihat, mencium  kemaluan isteri

Suami boleh melihat, meraba, mencium kemaluan isteri begitu juga sebaliknya, meskipun boleh  mencium kemaluan itu lebih baik jika tidak dilakukan  karena yang demikian itu lebih bersih.

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

“Dari Aisyah RA, ia menceritakan, “Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana…” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

4. Menggunakan selimut sebagai penutup saat berjima

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)


Maksudnya adalah jangan bertelanjang seperti Himar yang kelihatan kemaluannya dan pantatnya saat berjima. tapi pakailah selimut sebagai penutup. atau  bertelanjang dalam selimut.

5.  Jima boleh dari mana saja asal tidak  lewat jalan belakang (sodomi)

Jima dengan isteri boleh dilakukan darimana arah mana saja  dari depan, samping , belakang ( asal tidak sodomi)  atau  posisi  berdiri, telungkup, duduk, berbaring dll

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

 Note : Dubur adalah bukan tempat bercocok tanam yang menghasilkan tanaman  (keturunan) tapi tempat pembuangan kotoran

 Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

 

6. Boleh menggunakan kondom atau dikeluarkan diluar kemaluan isteri (‘Azl)

Dari Jabir berkata: ”Kami melakukan ’azl di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam  dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya” (HR muslim).

C. Adab setelah jima’

1.  Tidak langsung meninggalkan suami / isteri setelah jima’ berdiam diri

(Hadist menyusul)  

2. Mencuci kemaluan dan berwudhu jika ingin mengulang Jima’

Dari Abu Sa’id, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulangi senggamanya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim no. 308)

3. Berdoa setelah Jima (Hadist menyusul)

4. Mandi besar / Mandi janabah setelah jima’

“Dari Ubai bin Ka`ab bahwasanya ia berkata : “Wahai Rasul Allâh, apabila ia seorang laki-laki menyetubuhi isterinya, tetapi tidak mengeluarkan mani, apakah yang diwajibkan olehnya? Beliau bersabda, ”Hendaknya dia mencuci bagian-bagian yang berhubungan dengan kemaluan perempuan, berwudhu’ dan lalu shalat”. Abu `Abd Allâh berkata, “mandi adalah lebih berhati-hati dan merupakan peraturan hukum yang terakhir. Namun mengetahui tidak wajibnya mandi kamu uraikan juga untuk menerangkan adanya perselisihan pendapat antara orang `alim.” (HR. Bukhâriy dalam Kitab Shahihnya/Kitab Mandi, hadits ke-290

Hal-hal yang dilarang dalam berhubungan suami isteri jima dalam Islam:

1. Jima’ saat isteri dalam keadaan haid

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allâh kepadamu. Sesungguhnya Allâh menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah/2: 222)

2. Jima’ lewat jalan belakang (sodomi)

Dari Abi Hurairah Radhiallahu’anhu. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya”. (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

Dari Amru bin Syu’aib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Orang yang menyetubuhi wanita di duburnya sama dengan melakukan liwath (sodomi) kecil.. (HR Ahmad)

3. Jima dengan tidak menggunakan penutup/ telanjang

Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

Semoga Manfaat…

Mintalah kepadaku pasti Kuberi….

Manfaat update OS Blackberry dan Cara mudah upgrade OS BB

About these ads

121 Responses so far »

  1. 1

    Haris Rifani said,

    Ass. wr wb.
    Mas Fath, Apa kabar, mudah2an Allah SWT senantiasa melindungi mas dan keluarga, setelah membaca artikel mas diatas, mata saya sekarang menjadi terbuka dan menyadari bahwa selama ini masih banyak kekurangan tata cara / adab pada saat saya berhubungan dengan istri, yang saya tanyakan apakah selama ini karena kurang ketidak tahuan mengenai adab ber-jima’ apakah saya tergolong orang yang dimurkai Allah SWT karena tidak tahu adab, hanya berjalan secara otodidak,yang saya lakukan hanya berdoa sebelum ber-jima’ (bismillah) setelah itu mandi besar terkadang lupa do’anya karena gak hafal, dan setelah itu sholat subuh.
    Apakah Allah SWT masih dapat mengampuni dosa saya atas kurang ketidaktahuan saya dalam adab ber-jima’, Mohon solusi mas….. wasallamu’alaikum wr wb

  2. 2

    fath102 said,

    Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Mas Haris,

    Kabar saya alhamdulillah baik dan Terima kasih untuk doanya, Semoga Mas Haris juga selalu diberi kesehatan dan rejeki yang melimpah oleh Allah SWT. Amin.

    Mas Haris, Allah hanya akan murka kepada hamba yang tahu jika perbuatan dirinya salah tapi masih saja dilakukan dan tidak mau memohon ampun kepada Allah SWT.

    Manusia itu tempat lupa dan salah, Allah Maha Pengampun, Allah pasti mengampuni siapa saja yang mau memohon ampun kepada – Nya.

    Wassalam

  3. 3

    nurul nadia said,

    assalamualaikum.

  4. 4

    nurul nadia said,

    kenapa kena tutup aurat ha………………………….?

  5. 6

    Tini Rahayu said,

    assalamu’alaikum…

    sya mau tnya ni…
    slama ini saya klo mau ngulangin jima’ tdak prnah brwdhu ap lgi mncuci kmluan. apa kah sya brdosa???
    mhon jwbannya….
    wassalamu’alaikum…

  6. 7

    Yuzman 'arif said,

    Ass. wr wb.
    Mas Fath, Apa kabar, mudah2an Allah SWT senantiasa melindungi mas dan keluarga, setelah membaca artikel mas diatas, mata saya sekarang menjadi terbuka dan menyadari bahwa selama ini masih banyak kekurangan tata cara / adab pada saat saya berhubungan dengan istri, yang saya tanyakan ialah jika suami istri ingin melakukan hubungan yang kedua kalinya hendak nya berwudhu dulu n di anjurkan solat sunnah bersama istriny maksud bagaimana mohon penjelasan nya…….?
    wasallamu’alaikum wr wb

  7. 8

    fath102 said,

    U/ Mbak Nurul : waalaikusalam wr.wb, Aurat dan badan ditutup selimut saat jima agar tidak dilihat oleh mahkluk Allah yang tidak terlihat disekitar kita.yang demikian itu lebih sopan dan terhormat bagi orang Islam.

    U/ Mbak Tini : Menurut saya tidak berdosa karena mbak Tini belum mengetahuinya, Berwudhu dan mencuci kemaluan setelah berjima dan ingin mengulangi lagi adalah lebih baik, suci serta lebih bersih.

    U/ Mas Yuzman Arif :
    Waalaikumsalam wr.wb. mas

    Pertanyaan Mas : jika suami istri ingin melakukan hubungan yang kedua kalinya hendak nya berwudhu dulu n di anjurkan solat sunnah bersama istriny maksud bagaimana mohon penjelasan nya…….?

    Penjelasan :

    Maksud Berwudhu dulu jika ingin hubungan jima kedua adalah agar lebih bersih dan suci saat jima kedua, bukan berwudhu bermaksud untuk menunaikan sholat. sholat hanya boleh dilakukan dalam keadaan suci bebas dari hadast besar yaitu setelah mandi janabah wudhu saja belum cukup.

    Jadi jika ingin sholat sunnah sebelum jima kedua ya harus mandi janabah dulu.

    Jangan menyambung kalimat diatas yang berbeda keadaan dan waktunya, karena dapat menimbulkan kesalahpahaman. “Ingin jima kedua, wudhu dulu dan dianjurkan sholat sunnah” adalah pernyataan Mas Yuzman bukan pernyataan saya karena kalimat saya terpisah tidak bersambung seperti pertanyaan mas Yuzman.

    sedangkan perkara Sholat harus Suci bebas dari hadast besar (Mandi janabah setelah jima) sudah sangat jelas bagi orang Islam.

    .

  8. 9

    tika said,

    assalamualaikum….

    mas fath saya mau bertanya,dlu suami saya memberikan mahar kpd saya adlah cincin sebasr 7 gram yg dia beli saat di mekkah,tp stlah mnikah 1 thun bru ketahuan klo cincin yg dibeli suami sya bratnya hnya 1,7 gram.nah pertanyaan saya jima’ yg saya lkukan brsma suami saya itu tergolong jima’ yg sah ato tdk ya????trima ksh bnyak.

  9. 10

    yusnawati said,

    trims mas akan saya pasang didinding kamar tidur. saya doa ini biar slalu ingat

  10. 11

    akhmad said,

    TERIMAKASIH..ANDA SANGAT MEMBANTU..SEMOGA ALLAH MEMBERIKAN PAHALA SETIMPAL DENGAN APA YANG ANDA BERIKAN DENGAN UMAT RASULLULAH..AMIN

  11. 12

    fath102 said,

    U/ Mbak Tika :

    Syarat sahnya Jima adalah menikah, sedangkan syarat sahnya suatu pernikahan adalah Mahar yang wajib diberikan dalam pernikahan ( Lihat QS 4:24) .

    Dalam pernikahahan mbak Tika asal semua syarat pernikahan seperti : Adanya calon suami dan istri, wali, dua orang saksi, mahar serta terlaksananya Ijab dan Kabul sudah terpenuhi maka jima’ mbak Tika Syah.

    Sedangkan berat Mahar yg seharusnya 7 gram ternyata 1,7 jika disebutkan dalam Mahar 7gr dan saksi mengatakan sah meski tanpa meneliti terlebih dahulu maka pernikahan anda tetap sah , karena saksi mengatakan sah maka jima andapun sah.

    Mengenai adanya niat menipu dari suami misalkan suami tahu hanya 1.7gr tapi disebutkan 7gr itu adalah dosa suami dan dosa para saksi (karena saksi tidak teliti jika benar hanya 1.7gr) yaitu dosa terhadap Allah dan Rasulnya secara Hukum Islam dan Dosa secara Khusus kepada Isteri jika memang benar mahar 7gr.

    Suami tidak berdosa jika dia tidak tahu bahwa mahar yg diberikan teryata hanya 1,7gr sedangkan niat suami memberi 7gr. Dalam hal ini yg berdosa adalah yg dipercaya membeli / membungkus/ membuka mahar

    Jika benar hanya 1.7gr sedangkan seharusnya 7 gr sebaiknya suami melunasi kekurangannya agar isteri Ridho dan tidak mendapat Amarah Allah SWT.

    Untuk Mbak Yusnawati dan Mas Akhmad : Terima kasih untuk doanya

    Semoga Manfaat.

  12. 13

    radias said,

    Assalamualaikum mas Fath..

    nama saya radias, saya mau tanya apakah diperbolehkan seorang istri masih mengenakan jilbab saat jima’…?
    mohon penjelasannya.

    Wassalam.

  13. 14

    herul said,

    Ass…wr wb, terima kasih atas infonya semoga bermanfaat bagi keluarga kami amiiin

  14. 15

    rita said,

    assalamualaikum….
    mas saya mau tanya, apakah yg dimaksud mencuci itu adalah mandi???atau hanya cukup mencuci saja lalu berwudhu???

  15. 16

    Ropiq Edy said,

    Aassalamualaikum Wr.Wb

    saya mau bertanya ustad kalau Mau melakukan jima Kepada istri karena dengan keadaan nafsu boleh apa tidak.

    Terima Kasih

  16. 17

    iwanmy said,

    boleh nggak kalu berjima dengan 2 istri sekaligus…

  17. 18

    bantu saya said,

    apa doa yg paling allah sukai

  18. 19

    Eko slamet wibowo said,

    Assalamu’alaikum . . .wr.wb

    Untk sahabatku semua dan para sahabatku yg berjuang lurus ke jalan alloh s.w.t

    Saya mu nanya ,pa hukumnya kalo suami melihat / mencium kemaluan istrinya . . .

    Mhon bimbingannya dan perjelasannya . .wasalamualaikum .

  19. 20

    fath102 said,

    U/ Mas Radias : Isteri jima masih menggunakan jilbab. Boleh dan tidaknya tergantung suaminya bukan tergantung isteri, jika suami menginkan jilbab dilepas isteri harus melepas tapi jika suami menginginkan dipakai ya isteri bisa memakainya. Sedangkan ada hal lain isteri tidak mau melepas jilbab karena alasan tertentu wajib didiskusikan dulu dengan suami apa alasannya. Tapi pada intinya keputusan boleh dan tidaknya memakai jilbab saat jima lebih menganut pada kemauan suami.

    U/ Mas Herul : Waalaikumsalam warahmatullahi wa barakatuh

    U/ Mbak Rita : Yang kedua, mencuci kemaluan dan berwudhu jika ingin jima lagi.
    tapi jika ingin melakukan ibadah sholat, dll harus mandi Janabah dulu.

    U/ Mas Ropiq Edy : Boleh, isteri memang digunakan untuk menyalurkan nafsu sexual suami dan jima dengan isteri pakailah adab yang dianjurkan seperti diatas.

    U/ Mas Iwan : Jima dengan 2 isteri sekaligus dalam satu ruang dan saling melihat tidak boleh karena Rasullullah tidak pernah berbuat demikian.

    U/ Mas Bantu saya : Allah yang Maha Tahu.
    Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan apabila diucapkan, akan tetapi sangat berat timbangan kebaikannya dan sangat disukai oleh Allah yang Maha Pengasih: ’subhaanallaah wabihamdihi subhaanallaahil azhiim, (mahasuci Allah dan dengan segala pujian kepadaNya, maha suci Allah yang Maha Agung,)” (HR. Bukhari Muslim).

    U/ Mas Eko Slamet : Boleh mencium kemaluan isteri
    Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

    Meskipun suami boleh melihat mencium kemaluan isteri begitu juga sebaliknya, lebih baik jika melihat / mencium tidak dilakukan karena yang demikian itu lebih bersih.

    • 21

      fajrie said,

      Assalamualaikum Wr.Wb .

      Pak Ustd .. Saya Mw Tanya nih .. Jika Ketika Berjima .. Lalu air Mani mengenai Pakaian , atau kain dan semacamnya .. Itu Bagaimana Pak Ustd ?
      Apakah Kita Harus Mencucinya Berkali – kali , atau Cukup di cuci 1x saja .. atau di buang ?

      Wasalam . :)

    • 22

      hikmah said,

      bagaimana dgn seorng suami yg hnya bisa bergairah jika berbungan intim dgn istrix harus dngn cara menciumi menjilati kemaluan dri istrix tersebut,apakah itu termasuk perbuatan dosa,melanggar syariat agama ,dan istrinya boleh menolak gak??

  20. 23

    ijoel said,

    apakah setelah melakukan hubungan intim kita boleh melakukan sholat fardu tanpa mandi wajib terlebih dahulu, mohon penjelasan ustdzt sebab saya baru menikah?……wassalam terima kasih

  21. 24

    barunik said,

    alhamdulillah bulan depan Insya Allah saya menikah… tulisan ini sangat membantu saya… terima kasih…

  22. 25

    Awandragon said,

    Mantap infonya….. thanks share

  23. 27

    fath102 said,

    U/ Ma Farjie : Pakaian yng terkena mani tidak termasuk terkena najis berat, cukup dicuci biasa jangan dibuang sayang….

    U/ Mas Ijoel :

    Habis berhubungan intim ya harus / wajib mandi dulu (mandi janabah) baru bisa melakukan sholat.

    U/ Mas Barunik, Mas Awandragon, dan Kang Agus : sama -sama mas…

  24. 28

    hasby said,

    ass…mas,,saya mau tanya,saya masih bujang dan udah punya calon istri,kita udah ada ikatan antara dua keluarga bisa dibilang ta’arufan..ada yang bilang harus lewat tunangan ada juga yang bilang tidak apa-apa kalo ga tunangan juga,,,yang saya lakukan sekarang,kita udah saling komitment akan mnjalin hub sampe nikah dan kedua ortu pun udah saling tau.namun saya sendiri ingin menjalankannya seperti misalkan,kita udah ada omongan antara 2 keluarga dan yg saya inginkan kita jalan seperti biasa ya tlp ataw sms tanya kabar main kalo pas ada dirumah atau pulang kampung,,,
    sengaja saya tidak sering pulang demi mnghindari maksiat dg calon istri sy nanti(insyallah)..tapi dia inginnya tiap hari ketemu kemana-mana ingin jalan bareng…dan bahkan kita pernah ciuman dari tangan kening pipi smp bibir bahkan pelukan juga.
    namun setelahnya saya trus istgfar smbil pulang..trus istgfar,,,smp sekarang kalo inget prnah gituan lngsung istgfar…saya merasa punya dosa besar…ampuni hamba ya allah…
    pertanyaan saya mas,,,insyallah kita komitment 3 tahunan lg namun kalo ada rejeki cpt,saya da rencana mw segera nikah demi menjauhkan dari zina itu…namun masalahnya sekarang belum ada dananya karena keluarga yang pas-pasan juga belum punya usaha sendiri untuk mapannya..insyallah tahun depan dia lulus sarjana mdh2an amiin…inginnya ch kalo ada rejeki kita nikah bareng ma adik sy juga mw nikah ma calonnya….mohon saran dan masukan serta bagaimana dengan dosa yg telah saya lakukan mas,,,,syukron katsiron mas… ass……..
    untuk jawabannya mohon kirim ke e-mail juga gmail saya di wa.del*@yahoo.com juga di wa.del*87@gmail.com mksh mas…..

    • 29

      hasby said,

      tambahan….saya tidak tunangan ataupun tukar cincin,hanya mengandalkan omongan dari ortunya ajah……menyikapinya gimana mas ..saya tidak mau terus2an begini harus pacaran dan tiap ketemu pengennya ciuman lagi…mau cepat nikah tapi masalah dana dan waktu,kerana sy jg harus nunggu adik saya nikah dulu…mksh

  25. 30

    dony said,

    ehm makasih atas ilmu’a
    akan sangat berguna sekali buat saya yang lum tahu soal pernikahan cz saya lum menikah???

  26. 31

    dony said,

    thank atas ilmu’a
    apalagi saya blum menikah ??/

  27. 32

    novi said,

    asslamu’alaikum,
    pak ustad da yg mau saya tnykan ttg sholat sunnah 2 rokaat sebelum jima’, itu bagaimana niatnya?
    yg kedua ada yg bilang saat berhubungan/ jima’ tdk boleh berbicara, apakah benar dan ada dalilnya dalam islam? ataukan itu hnya mitos.
    terimakasih sebelumnya atas penjelanasanya.

  28. 33

    Irfan said,

    Aassalamualaikum Wr.Wb
    irfan mau nanya neh , mksud menggunakan penutup dan jangan telanjang itu gmna….??? apakah harus memakai selimut? ato boleh hanya mengenekan sehelai benang…??

  29. 34

    eka anata said,

    apakah berwudhu sebelum melakukan jima,itu boleh

  30. 35

    eka anata said,

    apakah berwudhu sebelum jima itu boleh.bagaimana klu kita jima tidak tidak memakai adab dlm ber jima

  31. 36

    eva said,

    assalamualaikum wr.wb
    saya seorang ibu muda dn mw bertanya ketika berhbgn badan, kemaluan suami saya cuma masuk sedikit dan sperma di keluarkan di luar sedangkn kemaluan sya tidak keluar cairan apapun
    yang saya tanyakn apakah saya harus mandi besar . mohon di jawab terima kasih.
    wassalamualaikum wr.wb

  32. 37

    fajrie said,

    Assalamualaikum Wr.Wb .

    Pak Ustd saya Mau Tanya Nih .. Jika Kita Berjima, Terus Setelah Kita Selesai Berjima , Kemudian Kain Atau Celana Dalam , dan Semacamnya Terkena air Mani .. Itu Klo Boleh Tanya .. Gmn Tuh Pak Ustd .. HAruskah di cuci Berkali – Kali .. atau di Cuci 1 x saja .. Atau di Buang !

    Wasalam ..

  33. 38

    fajrie said,

    assalamualaikum wr.wb

    Pak Ustd saya Mw Tanya nih .. Jika Seandainya Kita Berjima .. Lalu Ketika Berjima Air Mani Mengenai Pakaian .. atau Kain dan Semacamnya .. Itu Hukumnya gmn ya pak ustd ?

    apakah saya HArus Mencucinya Berkali” .. atau ada doanya .. atau Pakaian itu saya buang ?

    Tolong Di Jawab ya pak Ustd !!? :)

  34. 39

    adhi said,

    assalamu alaikum wr wb
    terima kasih atas ilmu yg telah diberikan
    saya mau nanya mas tentang mandi janabah ( mandi wajib ), saya blm menikah mas, tp kadang2 kluar cairan seperti sperma pada saat buang air besar secara tdk sadar, apakah itu perlu mandi janabah ( mandi wajib ) ataukah hanya dicuci bersih saja dan wudhu sebelum shalat… terima kasih

  35. 40

    adhi said,

    Assalamu alaikum wr wb
    saya seorang pria yg blm menikah, apakah mesti melakukan mandi besar, apabila kemaluan mengeluarkan cairan sperti sperma, walopun tidak melakukan hbgn intim tp kluar dengan sendirinya…. terim kasih

  36. 41

    Rizky Qde said,

    assalamu’alaikum ,
    katanya kita ngga boleh ber jima dgn telanjang?
    itu maksudnya bagaimana ?
    apakah kita harus memakai baju saat berima ?
    trims

  37. 42

    agus said,

    Maaf ustad bagimana penjelasan hadits ini. Dari Jabir berkata: ”Kami melakukan ’azl di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam  dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya” (HR muslim). Kalo suami lagi kepingin berhubungan dan itu di bantu sama istrinya,supaya suaminya terpuaskan, tetapi tidak bersenggama karena lg haid..kalo kasus seperti itu gmn, apakah tetap di haramkan, karena kondisi istri lg haid.. Mohon penjelasannya ..makasih sebelumnya..

  38. 43

    luar biasa, sampai jima ada adabnya.smg bermanfaat bagi kita semua..

  39. 44

    indri said,

    assalammualaikum ustadz…saya seorang istri yg bekerja d perusahaan yg sama dgn suami saya,,awalnya sy merasa senang karna suami tdk keberatan dgn keberadaan saya d ktr nya,tp lama kelamaan saya jd bnyk tau ttg tmn2 ktr suami saya,teman pria nya maupun tmn wanitanya..saya mulai tdk nyaman dengan becandaan mereka yg terlalu intim dan vulgar baik tmn prianya maupun tmn wanitanya..sehingga saya jadi beranggapan kalau mungkin suami saya berbuat hal yg demikian jg..saya jd trs suuzon dgn suami saya yg bs menimbulkan pertengkaran hebat,hari demi hari perasaan saya selalu galau jika melihat kelakuan tmn2 d kantor..ditambah dengan perubahan sikap suami saya,saya tau suami saya pasti kesal dgn tuduhan2 saya dan itu membuat hubungan kami jd tdk harmonis lg..apa yg harus saya lakukan??salah kah saya mencurigai suami saya dgn melihat kelakuan2 tmn2nya itu???dan satu lg p ustadz..apakah salah saya jika saya yg meminta suami u menggauli saya???trim’s p ustadz..assalammualaikum.wr wb..bs tlng balas lewat email saya..

  40. 45

    Alhamdulillah…skrg aq sdh tau aturan2 yang benar menurut Islam dalam melakukan jima’

  41. 46

    Alhadulillah sekarang udh ngerti bagaimana cara melakukan jima’ yang benar menurut ajaran agama kita…

  42. 47

    ajidoank said,

    Thx pak fath untuk artikelnya, Alhamdulillah sudah banyak masukan yang bisa saya ambil, 1,5 bulan lagi InsyaAllah kami menikah :), salam buat keluarga pak fath, ijin copy untuk catatan pribadi saya, thx

  43. 48

    roi said,

    assalamu’alaikum wr. wb

    Pak fath.. niat mandi wajib g mana sih????

  44. 49

    roi said,

    mohon article nya ya…. karna saya sudah membaca beberapa artikel serta buku rujukan ada sedikit perbedaan dalam niat mandi wajib tersebut… dan hal tersebut menimbulkan keraguan tentang pelaksanaan mandi wajib yang telah saya laksanakan… thanks be4

  45. 50

    attar said,

    assalamu alaikum pak ustadz, menurut saya klo berhubungan harus pake penutup selimut rasanya agak rikuh atau risih kali bagi sebagian orang, bahkan kurang bergairah.termasuk saya,bukankah ketika berdo’a masuk rumah, ditambah dengan membaca ayat suci alqur’an.lalu juga sholat 2 rakaat sebelum berhubungan, kemudian dilanjutkan lagi dengan do’a sebelum berjima’ tempat kita/ rumah kita Allah jauhkan dari setan.bahkan setan itu berada jauh dari rumah kita. bagaimana tanggapan pak ustaz. terima kasih…..

    • 51

      ahmad said,

      tetap saja tidak baik kalu tdk berpkyan, krena seperti binatang, jadi hrus pke pnutup spya dpt membidakan kita dengan binatang/hewan. kerena apbila nabi itu menyuruh sperti itu pasti ad manfa`atnya.? oke bos bisa diterima jawabannya

  46. 52

    idham said,

    terima kasih Pak Ustaz

  47. 53

    Idham Holik said,

    kang boleh di copy paste ga artikelnya?

  48. 54

    septian hardiyanto said,

    Assalammualaikuum wr.wb
    saya maw tanya apa budak perempuan atau pembantu perlakuannya sapa seperti istri???

    • 55

      ahmad said,

      kalau dijaman sekarang budak sudah tidak ada lagi. kerena sekerang nie kita sudah merdika. bukan seperti dijaman nabi dulu. jadi tidak boleh memperlakukan pembantu seperti istri kamu. oke bisa diterima jawabannya

  49. 56

    mirza said,

    Alhamdulillah, bertmbah lagi ilmu.

  50. 57

    sule said,

    agiiiiiiiib…

  51. 58

    ahmad said,

    allahu akbar

  52. 59

    hasmi said,

    Alhamdulillah. Terima kasih banyak ya pak Fath atas ilmunya. Semoga Allah selalu melindungi pak Fath dan keluarga. Amin.

  53. 60

    yudi said,

    bagaimna tata cara sholat sunat sebelum jima’ mohon ilmunya, syukron

  54. 61

    pingi said,

    ini sungguh benar benar cara yang di anjurkan rosululloh,,,sangat berguna syukron katsiron ya akhi….

  55. 62

    ardi said,

    bagus…

  56. 63

    Nessyha Syalma said,

    Alhamdulillah saya sekarang sudah mengerti bagaimana cara jima’ yg benar menurut aturan dan ajaran islam ,,,,

    untuk itu semoga pedoman ini dapat menjadikan saya lebih baik dan menjadi bekal untuk masa depan saya kelak nanti
    ,,,
    meskipun sekarang saya belum menjadi mukhrimnya seseorang ,,
    tapi insyaAllah saya akan menjadikan pedoman ini sebagai panutan ajaran dalam Islam,,,

  57. 64

    Zainal said,

    Assalamualaikum ust.. Barakallahufik ya ustadz.. Afwan ana mau tanya nih, kita kan harus menggunakan penutup saat berjima’. Apakah boleh jika kita menggunakan kelambu di tempat tidur, apa itu sudah mewakili dari penjelasan agar tdk di sebut telanjang.?

    Sukron ust..

  58. 65

    freedh guciano said,

    terima kasih atas tata cara b jima’

  59. 66

    budi ritonga said,

    assalamualaikum wr.wb. ust. saya mo tanya apakah boleh sblm berjima kita mnonton film blue utk mbangkitkan gairah n birahi, krn kita sdh berumur hrs dpancing. Trims

  60. 67

    rudi said,

    ketika orang sudah melakukan jimak tapi tidak mengeluarkan mani.? apakah kita harus mandi wajib atau tidak usah melakukan madi wajib.?

  61. 68

    palani.s said,

    dlm brhubungan suami istri bleh ga brangnya suami,istri dijilat

  62. 69

    palani.s said,

    smga mnjadi plajaran baru

  63. 70

    fath102 said,

    .
    U/ Mas Hasby, Saran saya :
    1.Coba pertimbangkan untuk menikah dulu secara SEDERHANA agar pernikahan dapat segera terlaksana untuk menghindari maksiat. Pernikahan dapat dilakukan tanpa biaya mahal jika ada niat dan persetujuan bersama (calon suami/isteri) karena syarat pernikahan sebenarnya hanya cukup: Kehadiran atau adanya calon Suami dan Isteri (niat), Mahar (bisa Alquran saja) , Wali (wali dr pihak isteri) dan Saksi (2 orang asal sehat, laki laki dan Muslim) dan Saat menikah agar murah datangi KUA bukan mengundang penghulu,agar mempunyai buku nikah dengan biaya murah (tarif resmi Jika di Jakarta Rp. 35rb berdasar pada PP Nomor I/2000 dan SK Gubernur Nomor 169/087.417. ). Paling mahal 60rb Jika tarif diluar itu adalah korupsi. jangan lupa surat2 yang dibutuhkan untuk menikah seperti:
    – FC KTP calon suami isteri-4 lembar
    – FC Kartu Keluarga calon suami isteri- 4 lembar
    – Pas Foto calon suami isteri 2×3- 4 lembar dan 3×4-4 lembar
    – Materai 6000 -6 lembar
    – FC Ijazah terakhir calon suami isteri-4 lembar
    – Jangan lupa surat pengantar belum nikah dari RT/RW untuk mengurus surat N1 (Surat ket akan nikah) ,N2 (surat Asal-usul) , N4 (surat Keterangan ortu) dan surat PM1 (surat ket kelurahan) dikelurahan.

    Jika:
    – Umur Laki-laki kurang dari 19th, perempuan kurang dari 16 tahun atau Laki-laki mau Poligami harus ada surat dispensasi dari Pengadilan agama
    – Bagi Duda atau Janda harus ada Surat Talak / akta Cerai dari pengadilan agama/ pengadilan negeri
    – Bagi anggota TNI/Polri harus ada izin kawin dari atasan / komandan

    2. Jika belum cukup biaya sebaiknya banyak berpuasa dulu dan kurangi intensitas pertemuan berduaan tanpa muhrim agar tidak terjadi hal -hal yang tidak dinginkan
    3. Mengenai dosa yang dilakukan karena menyentuh wanita yang bukan muhrim paling mudah ya mohon ampunan kepada Alah SWT dan tidak mengulangi lagi sebelum pernikahan terjadi.

    U/ Mas Dony : Sama-sama mas… semoga Allah selalu memberi kita ilmu yg bermanfaat. Amin.

    U/ Mbak Novi : Niat sholat sunah 2 rakaat sebelum Jima’ sama dengan Niat Sholat sunah Hajat 2 rakaat karena tujuannya sama yaitu agar diperkenankan hajatnya oleh Allah SWT misalnya hajat ingin mendapat anak yang soleh, agar dalam Jima’nya setan tidak ikut serta dll.
    Niatnya adalah:

    Ushalli sunnatal haajati rak’atani lillahi ta’aalaa.
    Artinya: Aku niat sholat sunah hajat dua rakaat karena Allah .

    kemudian berdoa kepada Allah SWT apa yg diinginkan.

    Hadist yang menerangkan Jima tak boleh bicara saya belum pernah menemukannya, jadi selama kita belum menemukan HADIST SAHIH mengenai hal ini bicara dalam jima boleh saja.

    U/ Mas Irfan : Yang dimaksud menggunakan penutup dan jangan telanjang adalah menggunakan selimut untuk menutupi aurat suami/ isteri atau bertelanjang dalam selimut.

    U/ Mas Eka : Berwudhu sebelum Jima ya boleh bahkan dianjurkan, berwudhu tidak hanya untuk akan sholat. Perhatikan arti niat wudhu : Nawaitul wudhuu’a li ra’il hadastil asgharri fardhal lillahi ta’aalaa artinya adalah Aku niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kcil, fardhu karena Allah taala.

    Jika berjima tidak pakai Adab, andaikan dalam jima tersebut nantinya jadi anak yang tidak punya rasa malu seperti contoh diatas maka anak itu akan dekat dengan keburukan dan dekat juga dengan neraka selain itu jika berjima tanpa adab (doa perlindungan kepada Allah) setan akan ikut serta juga dalam jima saat kita menjima’ isteri.

    U/ Mbak Eva: Mbak Eva juga harus mandi besar karena kemaluan suami sudah memasuki kemaluan anda meskipun hanya masuk sedikit yang artinya sudah terjadi aktivitas yang dinamakan Jima’

    U/ Fajrie : Kain atau Celana yang terkena mani jika basah cukup dicuci biasa saja tapi jika kering cukup dikerik saja. Jangan malah dibuang sayang….

    Ada seorang pria menemui ‘Aisyah dan di pagi hari ia telah mencuci pakaiannya (yang terkena mani). Kemudian ‘Aisyah mengatakan, “Cukup bagimu jika engkau melihat ada mani, engkau cuci bagian yang terkena mani. Jika engkau tidak melihatnya, maka percikilah daerah di sekitar bagian tersebut. Sungguh aku sendiri pernah mengerik mani dari pakaian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau shalat dengan pakaian tersebut. HR. Muslim no. 288

    U/ Mas Adhi : Keluarnya cairan dari kemaluan biasanya saat selesai buang air dan berwarna putih dinamakan Wadi, sedangkan keluarnya cairan bening saat terangsang dinamakan Madzi, Keluarnya Madzi / Wadi tidak perlu mandi Janabah.
    Cara membersihkan madzi dan wadi adalah dengan mencuci kemaluan, berdasarkan riwayat dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu yang menyuruh Miqdad bin al-Aswadradhiyallahu ‘anhu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal dirinya yang sering mengeluarkan madzi, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “(Hendaklah) dia mencuci kemaluannya dan berwudhu’.” (Shahih, riwayat Bukhari (no. 269), dalam Fat-hul Baari (I/230 no. 132) dan Muslim (no. 303)

    untuk menghilangkan Wadi atau Madzi cukup dicuci pakai sedikit air Hal ini berdasarkan riwayat Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu, dia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai madzi yang mengenai pakaiannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
    “Cukuplah bagimu mengambil air satu telapak tangan, lalu tuangkanlah ke pakaianmu (yang terkena madzi) sampai engkau lihat air tersebut mengenainya (membasahinya).” (Hasan, riwayat Abu Dawud (no. 215), Tirmidzi (no. 115) dan Ibnu Majah (no. 506)

    Ya Mas Adhi harus mandi besar (mandi Janabah) jika dari kemaluan mengeluarkan sperma meskipun tidak berhubungan sexual.

    U/ Mas Rizkie Qde : Maksudnya adalah saat Jima tutupi dengan selimut agar tidak kelihatan kemaluan, pantat ataupun payudara isteri. atau simpelnya bertelanjang dalam selimut . Yang tidak boleh adalah bertelanjang tanpa penutup/ selimut.

    U/ Mas Agus : Suami boleh mengeluarkan sperma dibantu isteri saat haid, asal kemaluan suami tidak masuk ke kemaluan isteri saat haid.

    U/ Mbak Indri : Mencurigai suami tanpa bukti hanya membuat pertengkaran saja, sebaiknya berprasangka baik pada suami meskipun suami bercanda yang menjurus nakal. Sebaiknya mbak Indri tidak satu kantor dengan suami itu lebih baik. Isteri meminta suami menggaulinya BOLEH SEKALI justru suami akan sangat menyukainya.

    U/ Mas Ceepoetz Jack : Alhamdulillah…

    U/ Mas Aji doank : Silahkan Mas …..Semoga manfaat…

    U/ Mas Roi : Niat Mandi Wajib :
    Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari fardhal lillahi ta/’aala.
    Artinya: Aku niat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah .

    U/ Mas Attar : Sebagai Muslim kita harus mencontoh perbuatan Rasullullah SAW yang menggunakan penutup / selimut saat jima.

    U/ Mas Ahmad : Bisa Mas Ahmad….

    U/ Mas Idham : Bisa mas silahkan….
    U/ Mas Septian H. : Budak atau pembantu harus diperlakukan beda dengan isteri yang PASTI Budak atau pembantu tidak boleh di Jima seperti isteri. Karena Perbudakan sekarang ini sudah tidak ada dan tidak dihalalkan..

    U/ Mas Ahmad : Sekali lagi bisa mas…..
    U/ Mbak Mirza, Mas Sule dan Mas Ahmad : Alhamdulillah ….
    U/ Mbak Hasmi. : Amin.
    U/ Mas Yudi : Caranya seperti sholat Hajat.
    U/ Mbak Pingi , Mas Ardi , Mbak Nessyha : Alhamdulillah…
    U/ Mas Zainal : Menggunakan kelambu itu lebih baik daripada telanjang tidak berselimut. Saya kira tidak jika dari luar kelambu itu masih kelihatan yang ada di dalamnya..
    U/ Mas Freed : Sama -sama mas….

    U/ Mas Budi Ritonga : Menonton film Blue sebaiknya tidak dilakukan karena banyak keburukannya
    daripada kebaikannya. Berolahragalah karena teman saya yang rajin olahraga tetap Josh meskipun sudah berumur dan tidak perlu harus nonton film Blue.

    U/ Mas Rudi : Jima adalah kemaluan suami memasuki kemaluan isteri jadi meskipun Jima tidak keluar sperma tetap harus mandi besar.

    U/ Mas Palani : Boleh silahkan…. tapi sebaiknya dipastikan dulu kemaluan suami atau istri bersih agar tidak membawa penyakit. Tapi jika saya menyarankan sebaiknya oral sex dihindari jika tidak sangat-sangat diperlukan.

  64. 71

    eisha said,

    Asslmkum wm wb… pak ustad saya mau tanya suami saya kerja di luar negri dan 1 kali sa taon saja pulang dan komunikasi kami melalui skype setiap hari… yang ingin saya tanykn adala suami saya ingin berhubungan intim melalui skype apakah yang ingin suami saya lakukan dosa atau haram? suami saya dan saya tidak mau lakukan yang haram dalam agama tapi saya mengarti apa juga kebutuhan suami saya, dia jauh disana dan saya tidak mau mengecewakan suami saya… saya bingung pak Ustad tolong saya minta penjalasan dalam agama… mohon maaf atas pertanyaan saya dan saya berterima kasih sama pak ustad sebilumnya…

  65. 72

    navirarie said,

    Assalamualaikum..
    maaf pa saya mau tanya berdasarkan hadis ini..
    Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)
    jadi Jima dengan isteri boleh dilakukan darimana arah mana saja dari depan, samping , belakang ( asal tidak sodomi) atau posisi berdiri, telungkup, duduk, berbaring dll
    dan berdasarkan hadis..
    Dari ‘Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjima’), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar.

    yang mau saya tanyakan bagaimana cara kita menggunakan penutup apabila posisi nya susah untuk memakai penutup, contohnya posisi berdiri..
    mohon penjelasannya
    terimakasi pa..
    wassalamualaikum..

  66. 73

    Abu said,

    Ass,……mksi ya ats artikel na,brmnfaat bgt buat kami,kami mau nkah msi lm sich,pi dri jauh2 hri kmi ingn mngthui nya dri pd trlmbt,kmi ingn mnjd kluarga yg sknh,….trmksih artkel nya ustant

  67. 74

    ade said,

    Assalamu”alaikum wr.wb….
    Subhanallah….ini ilmu yg bermanfaat..dan pencerahan utk sy yg akan melangsungkan pernikahan beberapa bulan lg…dan mohon utk beberapa yg belum ada hadist nya (hadistnya menyusul) ditunggu bgt pak ust karena sy penaaran kenapa setelah hub/jima tdk boleh meningggalkan suami/isteri…..terimakasih pak ust..ka

    • 75

      laila said,

      assalamualaikum tadz,sy mau ty,apkh oral sex itu? Dan apkh boleh seorang istri mengulum kemaluan suami?

  68. 76

    Airhyn Rachmadani said,

    Thanks ya Pak tas info n ilmunya, krn sangat bermanfat buat saya kedepan yg Insya Allah akan menuju kepernikahan….

  69. 77

    opic said,

    assalamualaikum wr, wb,.
    Terima kasih mas ustadz fath,, penjelasanx sangat detail dan berguna bagi kami semua,, saya mw tanya apa ada doa yg dbaca saat melakukan jima’ agar cepat dberi keturunan,, dan apakah ada saran dr mas ustadz agar cepat dberi keturunan,, sukron katsiron,, wassalam.

  70. 78

    didik said,

    assalamu’alaikum,,,
    sebelumnya mohon ma’af pak ustad minta penjelasannya kalau istri oral kemaluan saya hukumnya bagaimana…?
    terima kasih atas penjelasannya.

  71. 79

    Ali akbar said,

    alhamdulillah saya sangat bbersyukur sekali atas penjelasanpenjalasan diatas kerna adiksaya baru saja menikah , jadi saya bsa sedikit memberi saran pada mereka sekaligus dgn dalillya, jd akan lebih mantap dan lebih yaqin

  72. 80

    anti said,

    assalamualaikum….
    sangat bermanfaat sekali
    terima kasih bnyak ya

  73. 81

    rini said,

    Assalamu”alaikum,,, pa”ustad mau tanya kl hub suami istri, trs dengan di bantu alat u/ sek hukumnya apa ya,,,? syukron

  74. 82

    buchori said,

    wah bagus bgt tuch, apa lagi buat saya yg mw nikah

  75. 83

    basir said,

    Mantep penjelasannya brow, anne suka..

  76. 84

    saparakanca said,

    mohon ijin mas untuk copas di account fb saya, terimakasih.

  77. 85

    saparakanca said,

    mohon ijin mas untuk copas di catatan fb saya, terimakasih.

  78. 86

    bowo said,

    Assalamu’alaikum

    Saya mau tanya pak Ustad..
    1.pakah boleh menghisap kemaluan istri atau sebaliknya?
    2.bolehkah kita menelan cairan yang keluar dari kemaluan (istri maupun suami)?,
    3.bolehkah mengusap atau memasukkan jari ke dubur pasangan,guna mendapat penetrasi sebelum aktivitas berjima dimulai ?

  79. 87

    Edi said,

    Allhamdulilah ya allah
    trima ksi karna saya tlah mdptkn ilnu unk msa depan saya trutama unk mggauli istri
    and makasi bwat org yg tlh mbuat ini,
    islam sslu kekal abadi

  80. 88

    hadits: ”Jika seseorang diantara kamu menyetubuhi istrinya, hendaklah memakai kain penutup dan janganlah sama-sama bertelanjang sebagaimana telanjangnya dua ekor keledai.” (HR. Ibnu Majah).
    menurut para ahli hadits, kedudukannya lemah (dhaif). Sanad-nya, Al-Ahwash bin Hakim, dikenal sebagai seorang rawi yang “lemah hafalannya” sebagaimana telah dijelaskan Ibnu Hajar di Taqrib.

    Lemahnya hadits di atas diperkuat dengan adanya hadits lain yang membolehkan telanjang saat buang air dan bersetubuh.

    ”Janganlah kamu bertelanjang karena ada malaikat yang senantiasa tidak berpisah denganmu, kecuali di waktu buang air dan ketika seorang laki-laki menyetubuhi istrinya. Karena itu, hendaklah kamu merasa malu dan hormatilah mereka.” (HR. Tirmidzi).

    Jadi, diperbolehkan bagi pasangan suami-isteri dalam persetubuhan mereka tanpa mengenakan sehelai pakaian pun.

    Allahua’lam

  81. 89

    menda sumarna said,

    assalamu’alaikum,,mau tanya,,gimana kalau darah haidnya sudah tidak keluar tapi belum mandi wajib,,trus suami minta hubungan,,gimana hukumnya kalau hubungan sebelum mandi bersuci dari haid (tapi darah haidnya sudah tidak keluar) trus hubungan, mandinya sekalian maandi wajib junub,,,ini kondisinya malam,,,,di tunggu jawabannya
    terimakasih

  82. 90

    makasih pak,,,,,,,,,,,,,,,

  83. 91

    andri said,

    asslamualaikum
    saya mw tanya apakah boleh jima dilakukan dengan telanjang bulat tp di dalam selimut
    by as3sbsk.blogspot.com

  84. 94

    wati said,

    bermanfaat banget buat yg mau nikah dan blom nikah. Makasih pak

  85. 96

    Dedi Muhammad Kurniawan said,

    Assalamu’alaiku wr. wb.
    saya mau tanya nih pa ustadz..
    dalam pernikahan banyak yang menggunakan seperangkat alat sholat bahkan al-qur’an untuk di jadikan mahar, yang saya tanyakan apabila seperangkat alat sholat tersebut tidak pernah di pakai oleh seorang istri dan al-qur’annya pun tidak pernah di baca atau si calon istri tidak bisa baca al-qur’an. yang demikian bagaimakah hukumnya?

  86. 97

    a'im said,

    ijin copas kang,,, smoga ini menjadi ladang amal kita bersama dlam dakwah. amin

  87. 98

    Rizki Said said,

    Asslmkm…
    Mz Fath… saya mau tanya mengenai onani,, ketika onani diperlakukan oleh tangan istri di bolehkan???
    terus yang kedua ketika belum punya istri, onani tersebut diperlakukan oleh tangan sendiri itu hukumnya bgaimana??? soalnya ada yang bilang utuk kesehatan, apakah itu benar??

  88. 99

    Gunawan Pigu said,

    berapa bulan kah setelah istri melahirkan bisa berhungan intim ?

  89. 100

    siti said,

    kalo mau berhubungan suami istri boleh gak nonton video dulu ?
    suami saya suka kasih liyat video kya gitu dulu pak usatadz, katanya sekalian belajar, dan saya nya lebih terangsang katanya.
    tapi emang iya sih, sehabis nonoton itu saya lebih terangsang,
    tapi buat saya itu meragukan juga,,soalnya saya dan suami saya sma2 melihat kemaluan orang lain…
    mohon penjelasannya ya pak ustadz.

  90. 101

    123456 said,

    Mohon Pak Ustad di jawab semua pertanyaan diatas…

  91. 102

    NARNO said,

    asslmkm…salam sejahtera untuk hamba2 alloh yg beriman.saya mau bertanya pak ustad..apakah berhubungan badan dgn suami saat malam takbir itu termasuk berdosa bahkan saya pernah dengar anak yg dihasilkan akan cacat…mohom jawabannya..terima kasih pak ustad semoga selalu diberi kesehatan ..wassalam

  92. 103

    arein said,

    salam..saya ingin bertanya
    soalan 1 : bolehkah isteri menjilat menggunakan lidah kemaluan suaminya semasa berjima dan bolehkah suami menjilat kemaluan isterinya?tidakkah ianya boleh membawa kesan kepada kesihatan kpd mereka?
    soalan 2: kami berjima’ tetapi saya(isteri) tidak pasti samada air mani suami betul betul sudah mengenai bahagian dalam yang sepatutnya membolehkan saya hamil…suami sudah memasukkan kesemua bahagian zakarnya dalam faraj saya …
    soalan ke 3: kenapa selepas jima’ setelah 15 minit saya membiarkan air mani masuk betul2 di dalam dengan mengangkat punggung beralaskan bantal..tetapi bila bangun untuk mandi wajib,saya dapat rasakan ada air yang kluar dari kemaluan saya..saya takut air mani suami yg keluar..ke air apa itu ustaz?

    SAYA BRHARAP SANGAT USTAZ DAPAT MMBERI PNJELASAN TRPERINCI….IALLAH…TERIMA KSH

    ARE IN…

  93. 105

    Ali ulma said,

    syukron ustz…!!!

    Nambah pengalaman, apa blum nikah ne hehehe.
    Tlg dijawab pertnyaan2 diatas ustz..?

  94. 106

    ria said,

    assalamualaikum pak ustad,saya ingin minta penjelasan tentang mencium & menjilat kemaluan istri/suami .trims wassalamualaikum

    • 107

      wiwik said,

      Oral seks boleh dilakukan –khususnya untuk foreplay- dengan syarat tidak sampai menjilat madzi atau menelannya, menjaga kebersihan mulut dan kemaluan, dan disepakati oleh suami istri (tidak jijik salah satunya) karena tidak ada dalil yg melarangnya

  95. 108

    ibok said,

    assalamualaikum,semoga pak ustadz di beri kesehatan,kemudahan,kelancaran ryzky,amieyn.

  96. 109

    dahlanrangkuti said,

    ustad saya mau bertanya nie. bgmna dgn cara mengisap2 kemaluan istri atau sebaliknya ustad. boleh kah atau tidak tapi beri penjelasannya ya ustad biar saya mengerti,terima kasih ya

    • 110

      wiwik said,

      Oral seks boleh dilakukan –khususnya untuk foreplay- dengan syarat tidak sampai menjilat madzi atau menelannya, menjaga kebersihan mulut dan kemaluan, dan disepakati oleh suami istri (tidak jijik salah satunya)

  97. 111

    bendot25 said,

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ
    Pak saya mau nikah bulan ini,,
    Yg mau saya tanyakan,
    Mahar saya senilai Rp. 22.613, dan dalam dalam besaran 13 rumpian menggunakan pecahan mata uang 10 rupiah yg sudah tidak berlaku lagi, apakah mahar tersebut sah menurut islam??
    Terimakasih atas jawabannya pak,
    وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

  98. 112

    Nurul said,

    Assalaamu’alaykum ustd.. apakah wajib setiap mau HB untk sholat sunnah dua roka’at?

  99. 113

    ashy said,

    assalamu alaikum, mau nanya…..

    apakah kalo suami bersentuhan dengan istri pada saat istri sdh berwudhu, apakah wudhunya batal..?

  100. 114

    candrawati said,

    Assalamualaikum wr, wb,
    Bagai mana semestinya seorang istri yg selesai jima, belum mandi wajib tapi udah wuduk, apa ada hukumnya menyiapkan atw masakin makanan u suami setelah jima tapi belum mandi. Terima kasih

  101. 115

    wiwik said,

    bagaimana dengan hadist yg ini…? “Janganlah kalian bertelanjang, sebab sungguh bersama kalian ada makhluk yang tak pernah berpisah kecuali di saat kalian membung hadats di jamban dan ketika seorang suami mendatangi istrinya” (HR. Tirmidzi).

  102. 116

    aqhambaalloh said,

    izin share, tp tak edit, biar gag panjang2.

  103. 117

    Makasih banyak, Semoga bermanfaat buat saya :)

  104. 118

    nurul@@zannah said,

    apabila istri sedang haid,.itu kan tidak boleh berjima,.. apakah sama sekali tidak boleh mendekati istrinya?

    kalau cumbu rayu,.ciuman, dll selain memasukan kemaluan suami ke istri itu boleh tidak? terimakasih
    mohon penjelasannya,…

  105. 120

    ayuck childrend amir pjka said,

    aku mau tanya,,,,
    1.apkah diwajibkan mandi setelah melakukan hubungan intim…?
    2.apkah syah sholat memakai baju yang telah buat berhubungan intim…?

    • 121

      fath102 said,

      1. Ya Wajib mandi besar / Mandi Jannabah. Didahului wudhu dahulu sebelum salat dengan niat membersihkan hadast besar karena Allah taala

      2. Syah jika yakin tidak terkena najis. akan lebih baik jika berganti baju..


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 80 other followers

%d bloggers like this: