Kewajiban Isteri

Kewajiban Isteri :

1. Taat kepada suami

Maka wanita-wanita yang baik itu ialah yang mentaati suaminya dan menjaga hal hal yang tersembunyi dengan cara yang dipeliharakan oleh Allah” (Surat An Nisa : 34)

Rasulullah saw pernah ditanya tentang isteri yang baik. Beliau menjawab: “Apabila diperintah, ia selalu taat, apabila dipandang menyenangkan, dan ia selalu menjaga diri dan harta suami (manakala suaminya tidak ada)” (HR. Nasa’i).

Taat pada suami tidak berlaku jika suami menyuruh berbuat maksiat

Sabda Rasullulllah SAW “Tidak ada kewajiban taat dalam berbuat maksiat kepada Allah. Kewajiban taat itu hanyalah untuk perbuatan yang baik” (HR. Bukhari Muslim).


2. Isteri pergi keluar rumah harus minta ijin suami

Jika isteri pergi keluar rumah baik dalam keadaan tidak ada masalah maupun ada masalah harus minta izin suami. Jika suami tidak ada dirumah bisa minta izin melalui telpon. Jika suami tidak bisa dihubungi tetap tidak boleh pergi kecuali dalam keadaan darurat yang memaksa dan tetap harus meninggalkan pesan/sms. Dan isteri tidak boleh bertingkah laku yang merendahkan kehormatan seperti bertemu dengan lelaki lain diluar rumah.

Sesuai dengan Firman Allah :

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al-Ahzab: 33)

Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada 1263-1328 penghafal Quran dan Ribuan Hadist, ahli Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sendiri sampai berkata: Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian”. Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami),Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.”


3. Isteri tidak boleh menolak bila suami minta hubungan badan

Hasrat biologis suami jauh dengan isteri, Suami stress dengan pekerjaan, serta melihat wanita menarik lain di jalan yang biasanya memicu suami untuk meminta hubungan sbadan oleh karena hal tersebut dianggap penting bagi suami maka isteri wajib untuk memenuhinya kecuali sedang datang bulan atau berhubungan badan membahayakan nyawa isteri.

“Apabila suami meminta isterinya untuk berhubungan badan, lalu isterinya itu menolak dan enggan, maka ia akan dilaknat oleh para malaikat sampai pagi hari tiba” (HR. Bukhari Muslim).


4. Isteri tidak boleh puasa sunat tanpa izin suami

Isteri Puasa sunat dikhawatirkan tidak optimal melayanii suami yang hukumnya wajib.

Rasulullah saw bersabda: “Haram bagi seorang isteri melakukan puasa sunnat ketika suaminya ada kecuali dengan idzinnya. Demikian juga seorang isteri tidak boleh mengidzinkan orang lain memasuki rumahnya kecuali ada idzinnya” (HR. Bukhari).

5. Isteri wajib memelihara diri ketika suami tidak ada.

Saat suami tidak ada dirumah atau disampingnya isteri wajib untuk untuk memelihara diri dengan menjaga kehormatannya untuk tidak berhubungan dengan laki-laki lain atau berbuat sesuatu yang membuat marah suami.

Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)” (An-Nisa: 34)


6. Isteri tidak boleh menerima orang lain masuk rumah tanpa izin suami

Yang dimaksud oleh orang lain adalah hak suami artinya jika dikhawatirkan suami tidak suka dengan orang tersebut isteri tidak boleh menerima tamu apalagi yang bertamu laki -laki harus minta izin suami.

Rasulullah SAW bersabda: “Seorang isteri dilarang mengijinkan orang lain masuk ke dalam rumahnya kecuali ada idzin dari suaminya(HR. Muslim).
Abu Bakar lalu berdiri di atas mimbar sambil berkata: Seorang laki-laki betul-betul tidak diperbolehkan setelah hari ini untuk masuk ke dalam rumah yang suaminya sedang tidak ada di rumah, kecuali ia ditemani oleh laki-laki lain atau oleh dua orang laki-laki lainnya” (HR. Muslim).

7. Isteri tidak boleh menginfakkan harta tanpa izin suami

Harta yang diperoleh dari suami tidak boleh diinfakkan atau diberikan orang lain tanpa izin suami .

Seorang isteri tidak boleh menginfakkan sebagian harta suami kecuali ada idzinnya” (HR. Abu Dawud, Turmudzi, Ibn Majah dengan sanad Hasan).


8. Isteri tidak boleh berbuat dosa kepada suami dan menyakiti hati suaminya

Termasuk berbuat dosa kepada suami dan menyakiti hati suami adalah berbuat sesuatu yang menyebabkan suami marah seperti berhubungan / bersikap mesra dengan laki-laki lain, zina, berbohong dll .

Rasulullah saw bersabda: “…Lalu diperlihatkan kepada saya neraka, dan saya tidak pernah melihatnya seperti yang saya lihat hari ini. Ternyata kebanyakan penghuninya adalah para wanita”. Para sahabat bertanya: “Mengapa ya Rasulullah saw?” Rasulullah saw menjawab”Karena mereka berbuat dosa sebelum mereka berbuat dosa kepada Allah. Mereka banyak
berdosa kepada suaminya,
dan banyak meninggalkan kebaikan” (HR. Bukhari Muslim).

Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada seorang isteri pun yang menyakiti suaminya di dunia, kecuali isterinya dari bidadari surga akan berkata: “Janganlah kamu menyakitinya, Allah akan membinasakan kamu. Dia itu adalah simpanan bagi kamu kelak yang hampir saja ia berpindah kepada kami(HR. Turmudzi, Ibn Majah dengan sanad Hasan).


9. Isteri berpakain dan berdandan untuk suami bukan untuk orang lain

Isteri akan dipandang meyenangkan oleh suami jika berdandan dan berpakain yang menurut suami patut dan baik untuk isteri dan kehormatan suaminya. Sesuai dengan sabda Rasullullah SAW :

“Rasulullah saw pernah ditanya tentang isteri yang baik. Beliau menjawab: “Apabila diperintah, ia selalu taat, apabila dipandang menyenangkan, dan ia selalu menjaga diri dan harta suami (manakala suaminya tidak ada)” (HR. Nasa’i).

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, putri-putrimu, dan kepada wanita-wanitanya orang-orang yang beriman: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka di atas tubuh mereka…’.” (Al-Ahzab: 59)

10. Mesyukuri pemberian suami

Isteri wajib mensyukuri pemberian suami agar memperhatikan kebutuhannya.

“Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah saw bersabda: “Allah tidak akan memperhatikan seorang isteri yang tidak pernah mensyukuri pemberian suaminya , juga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diberikan suaminya kepadanya” (HR. Nasai).

11. Isteri wajib menjaga keutuhan rumah tangga dan tidak boleh meminta talak

“Rasulullah saw bersabda: “Wanita mana saja yang meminta untuk ditalak kepada suaminya tanpa ada alasan yang jelas, maka haram baginya untuk mencium baunya surga” (HR. Turmudzi, Abu Dawud dan Ibn Majah).

12. Bercanda dengan suami

Segala sesuatu yang bukan dzikrullah, maka ia adalah hura-hura, sia-sia dan permainan belaka kecuali untuk empat hal berikut ini: Bercandanya seorang suami dengan isterinya, seseorang yang melatih kudanya, seseorang yang berjalan di antara dua sasaran (bagi yang sedang berlatih memanah) dan seseorang yang sedang mengajari berenang” (HR. Imam Nasa’i, dan
haditsnya Shahih).

Pesan Rasullullah SAW :

Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang palingbengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! (HRBukhari, muslim, ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)

2. Isteri keluar rumah harus ijin suamiJika isteri pergi keluar rumah baik dalam keadaan tidak ada masalah maupun ada masalah harus minta izin suami. Jika suami tidak ada dirumah bisa minta izin melalui telpon. Jika suami tidak bisa dihubungi tetap tidak boleh pergi kecuali dalam keadaan darurat yang memaksa dan tetap harus meninggalkan pesan/sms.Sesuai dengan Firman Allah : 

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al-Ahzab: 33)

Ulama dan pemikir Islam yang sangat terkenal akan kecerdasannya dan sangat dikagumi oleh para ulama pada waktu itu, penghafal Quran dan Ribuan Hadist, ahli Tafsir dan Fiqh dari Harran, Turki yaitu Ibnu Taimiyah sendiri sampai berkata: Jika isteri keluar rumah suami tanpa seijinnya maka tidak ada hak nafkah dan pakaian”. Tidak dihalalkan bagi isteri untuk keluar dari rumah suaminya kecuali dengan ijinnya (suami),Dan apabila ia keluar dari rumah suaminya tanpa seijinnya maka ia telah berbuat nusyuz (durhaka) bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya dan ia layak mendapat adzab.”

%d bloggers like this: