Kewajiban Suami

Kewajiban Suami.

1. Membayar Mahar atau Mas kawin

“Dan berikanlah mahar kepada wanita-yang kamu nikahi-sebagai pemberian yang penuh kerelaan”. (QS. An-Nisa’: 4)

Adapun besarnya Mahar yang baik adalah tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil seberti sabda Rasullullah SAW :

Kebanyakan perempuan yang berkat perkawinannya ialah yang mudah ( rendah ) tentang perbelanjaan (mahar) ( Riwayat Ahmad dan al-Hakim )

2. Memberi Nafkah, Tempat tinggal, dan Pakaian yang layak

Suami wajib memberi nafkah yang halal kepada isteri sesuai dengan kemampuan dengan tidak memaksakan diri untuk mendapatkan harta yang tidak halal. Meskipun demikian suami wajib berusaha mendapatkan nafkah lebih yang halal agar membawa kehidupan bahagia dunia akhirat.

Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. (QS.Ath-Thalaq : 6)

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberi kelapangan sesudah kesempitan. QS. Ath-Thalaq : 7)

Isteri wajib mensyukuri pemberian suami meskipun belum cukup karena dengan bersyukur Allah akan memberi lebih kepada keluarga tsb.

Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah saw bersabda: “Allah tidak akan memperhatikan seorang isteri yang tidak pernah mensyukuri pemberian suaminya , juga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diberikan suaminya kepadanya” (HR. Nasai).

Suami wajib memberi nafkah keluarga dari harta yang halal.

Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik- baik yang kami berikan kepadamu (QS. Al-Baqarah: 172)

Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka Neraka lebih pantas baginya.”( Hadits riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, 19/136; Shahihul Jami’, 3594.)

Selain daripada itu jika suami mempunyai kelebihan harta berikanlah harta itu kepada isteri dan anak jika tetap berlebih berikanlah kepada orang tuanya sendiri/isteri , saudara kandung, kerabat keluarga sendiri / isteri baru kemudian diberikan ke tetangga baru orang lain. .

Satu dinar yang anda infakkan di jalan Allah, satu dinar yang anda sedekahkan kepada budak, satu dinar yang anda sedekahkan untuk orang miskin, satu dinar yang anda sedekahkan kepada keluargamu, maka sedekah yang anda berikan kepada keluargamulah yang jauh lebih besar pahalanya” (HR. Muslim).

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir meka hendaklah ia memuliakan tetangganya (HR. Musklim)

Tidaklah kamu menginfakkan satu nafkah pun dengan maksud untuk mengharapkan keridhaan Allah, kecuali kamu akan mendapatkan pahalanya, sampai apa yang kamu berikan untuk makan isteri kamu (HR. Bukhari)

Apabila si siteri tidak mentaati suaminya, maka isteri tersebut dipandang telah berbuat nusyuz (menentang). jika isteri telah berbuat nusyuz, maka suami tidak wajib memberikan nafkah kepadanya. Apabila si isteri bekerja di luar rumah baik bekerja di kantor, di pabrik atau di tempat lainnya, dan si suami ridha, rela dan mengijinkannya maka si suami tetap wajib memberikannya nafkah. Namun, apabila si isteri bekerja di luar rumah sementara si suami tidak mengijinkannya dan kondisi ekonominya lumayan mapan sekalipun si isteri tidak bekerja di luar rumah, maka si suami tidak berkewajiban memberikan nafkah kepadanya. Para ulama dalam masalah ini berbeda pendapat dalam hal apakah yang menjadi ukuran dalam nafkah ini adalah kondisi dan kemampuan si suami ataukah isteri atau keduanya? Namun, apabila kita perhatikan nash sebagaimana yang telah disebutkan di atas, bahwa nafkah adalah kewajiban suami dan karenanya yang menjadi ukurannyapun adalah suami. Bagi suami yang kemampuannya pas-pasan, tentu ia berkewajiban memberikan nafkah menurut kemampuannya. Ia tidak boleh memaksakan diri untuk memberikan sesuatu di luar kemampuannya. Demikian juga, bagi suami yang berkelapangan, lebih besar nafkah yang diberikannya tentu lebih baik dan lebih besar pahalanya. Banyak ulama berbeda pendapat mengenai kewajiban suami saat isteri sakit apakah kewajiban suami untuk memberi nafkah untuk berobat atau bukan kewajiban suami . Perdebatan tentang hal ini dilihat ini di kitab Ibn Abidin (II/889), Mugni Muhtaj (III/431) dan Hasyiyah ad-Dasuqi (II/511) (Kitab Ibn ‘Abidin: II/891). Serial Fiqh Munkahat V Hak dan kewajiban Suami Isteri oleh Aep Saefulloh.

Ada yang berpendapat bahwa isteri sakit bukan kewajiban suami berdasarkan pada QS. Athalaq ayat 7 : Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya dst… Tidak wajib karena dikhawatirkan isteri yang sakit meminta nafkah lebih dari kemampuan suami untuk berobat yang sebenarnya suami tidak mampu memberikannya sedangkan dimungkinkan ada cara lain yang bisa digunakan untuk berobat yang sesuai dengan kemampuan nafkah suami ).

Tapi ada juga ulama yang berpendapat itu adalah kewajiban suami karena keadaan isteri tergantung pada suami sehingga saat sehat atau tidak sehat tanggung jawab suami.

Untuk itu penulis berpendapat tergantung kondisinya isteri sakit bisa menjadi tanggung suami dan bisa juga tidak menjadi tanggung jawab suami.

Wanita muslimah yang menginginkan seorang lelaki kaya berhati-hatilah sebelum tahu benar-benar dari mana harta itu berasal. Apakah didapatkan dengan jalan halal atau haram dengan mengandalkan kekuasaan / menyalahgunakan wewenang karena nantinya harta tsb yang akan menjerumuskan ke neraka sesuai dengan ayat At Takasur diatas. Tidak banyak tapi berkah karena didapatkan dengan jalan yang baik .. lebih baik lagi harta halal banyak dan membawa berkah

Ambillah apa yang mencukupi untuk kamu dan untuk anak kamu dengan jalan yang baik” (HR. Bukhari Muslim).

Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram.” (Riwayat Ibnu Majah, Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim, serta dishohihkan oleh Al Albani)

3. Menjadi pemimpin / imam bagi isterinya dan mendidik isteri agar menjadi lebih baik.

Sebagai pemimpin /imam laki – laki harus bisa menjadi contoh dan panutan isteri dan anak-anaknya. seperti kewajiban sholat berjamaah di masjid bagi suami saja dan sholat berjamaah bersama isteri dan anaknya dirumah kemudian memberikan nasehat agama bagi keluarganya.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka Wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS. An-Nisa 34)

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas orang-orang yang dipimpinnya di Hari Kiamat kelak. HR Bukhari, XXII/43 no. 6605; Muslim, IX/352 no. 3408

Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw bersabda: “Allah akan merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu shalat, serta membangunkan isterinya untuk shalat. Apabila isterinya enggan dan menolak, ia kemudian menuangkan air di muakanya. Demikian juga Allah akan merahmati seorang perempuan yang bangun malam lalu shalat, kemudian ia membangunkan suaminya untuk shalat juga. Apabila suaminya menolak dan enggan bangun, ia lalu menuangkan air di mukanya” (HR Ahmad dengan sanad Hasan).

4. Mempelakukan isteri dengan baik

Dan bergaullah dengan mereka (isteri-isteri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nisa: 19).

Sabda Rasulullah SAW: “Sebaik baik kalian wahai laki-laki adalah orang yang paling baik kepada keluarganya. Dan saya adalah orang yang paling baik kepada keluarga saya”(HR. Turmudzi dan Ibn Hibban).

Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri].

Mu’awiyah al-Qusyairi berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah saw: “Wahai Rasulullah saw, apa hak isteri kami itu?” Rasulullah saw menjawab: “Memberi makannya apabila kamu makan, memberi pakaian apabila kamu berpakaian, tidak boleh memukul muka, jangan menjelekannya, dan jangan kamu pergi menjauhinya kecuali di dalam rumah saja” (HR. Ab Dawud, Ibn Majah, Ahmad dan Nasai).

5. Tidak memukul wajah isteri dan menjelek-jelekanya.

Dan janganlah memukul muka, juga janganlah menjelek-jelekannya (HR. Abu Dawud, Ibn Majah dan Ahmad).

Rasulullah saw bersabda: “Tidak pantas seorang laki-laki yang memukul isterinya seperti majikan yang memukul budaknya, lalu ia menggaulinya di penghujung hari” (HR. Bukhari Muslim).

6. Tidak boleh Benci dan pergi menjauhi isteri keluar rumah

Seorang mukmin tidak boleh membenci seorang wanita mu’min. Apabila ia membenci salah satu perangai dan perbuatannya, namun ia tetap akan suka dan rela dengan perangai dan hal lainnya” (HR. Muslim).

Suami tidak boleh pergi menjauhi isteri keluar rumah lihat Hadist  (HR. Ab Dawud, Ibn Majah, Ahmad dan Nasai)di no 4

7. Berdandan dan rapi di hadapan isteri

Ibnu Abbas berkata: “Sesungguhnya saya betul-betul senang berdandan dan berhias di depan isteri sebagaimana saya suka isteri saya dandan di hadapan saya. Hal ini karena Allah berfirman: ” Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf” (HR. Thabari dan Ibn Abi Syaibah dengan sanad yang Shahih).

8. Sendirian bertamu ke perempuan lain yang bersuami tanpa ada suaminya

Abu Bakar berdiri diatas mimbar sambil berkata : Seorang laki-laki betul-betul tidak diperbolehkan setelah hari ini untuk masuk ke dalam rumah yang suaminya sedang tidak ada di rumah, kecuali ia ditemani oleh laki-laki lain atau oleh dua orang laki-laki lainnya” (HR. Muslim).

Isteri membantu suami untuk menuaikan kewajiban suami adalah merupakan keluhuran budi isteri dimana suami nantinya akan ridho terhadap isterinya dan ini akan membawa isteri menuju surga seperti dalam hadist Nabi SAW :

Sesungguhnya setiap isteri yang meninggal dunia yang diridhoi oleh suaminya, maka dia akan masuk syurga.” (Hadist riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah)

Pesan : Ingatlah suamimu ini tidak sebaik Nabi Muhammad, tidak setegar Nabi Ayub, tidak sekaya Nabi Sulaiman dan tidak setampan Nabi Yusuf tapi suamimu hanyalah : Suami jaman sekarang yang pengen menjadi suami yang soleh…

17 Responses so far »

  1. 1

    rida parida said,

    Izin share…jazakalloh bil khoir

  2. 2

    Arif Juanedi said,

    Assalammualaikum warohmatulloh,
    Salam kenal Mas Fath…Seneng baca artikel kaya gini,
    Tambahin lagi dong tentang kewajiban Anak kepada ortu…thanks

  3. 3

    miradhini said,

    Assalammualaikum Wr. Wb.

    maaf, saya izin “co-pas”🙂
    Jazkllh.

    wassalam.

  4. 4

    ika nurlika said,

    mmm.. yap,
    insya Allah saya mencoba mempraktekanya saat bersuami nanti🙂

  5. 5

    galuh said,

    dan ingatlah pula bahwa istri juga hanya istri yg pengen jd istri sholeh…. He he he he

  6. 6

    rlohan said,

    dan ingatlah istrimu tidaklah secantik ratu Balqis,tidaklah sealim Aisah istri nabi,dan tidak setegar Khadijah (bs menenagkan suaminya)..tp dya hanya ingin menjadi istri soleha..hehe..

  7. 7

    Hanna said,

    Ia meminang saya karena ia menyukai kekuatan jiwa dan karakter saya. Ia mengagumi bagaimana saya bisa berhijab dengan baik, bagaimana saya bisa membuat orang lain termasuk lawan jenis merasa nyaman dan dekat dengan saya tanpa menimbulkan nafsu mereka terhadap saya.
    Setelah saya menjadi istrinya dan ia menyaksikan sendiri bagaimana bentuk tubuh saya (di luar, saya selalu berpakaian longgar dan sopan yang tidak menampakkan bentuk tubuh), ia mulai mengungkapkan penyesalannya dan selalu mengungkit-ungkit keinginannya untuk mendapatkan wanita yang kecantikannya ideal baginya. Ia juga membanding-bandingkan saya dengan wanita2 bertubuh bongsor dan seksi.
    Saya memang bertubuh mungil, semua orang yang bukan suami pun bisa melihat. Bukankah ia jatuh cinta juga bukan karena penampakan fisik saya? Namun setelah mengetahui bentuk saya yang sesungguhnya, ia menyesal.
    Saya sudah mengingatkannya untuk lebih bisa bersyukur, toh kebaikan saya masih lebih banyak ketimbang keburukan rupa saya; yang membuatnya menyesal hanya penampilan fisik saya, urusan non-fisik saya tetap ia kagumi.
    Ia merasa penasaran, seandainya saja ia bisa mendapatkan wanita dengan karakter dan kesolehahan seperti saya, tapi dengan wajah dan tubuh wanita lain yang ideal, yang bisa membuatnya bangga jika memamerkan istri pada orang lain.
    Saya juga terus berdoa agar suami bisa fokus kepada istrinya saja alih2 terdistract dan menginginkan wanita lain yang bertubuh indah. Yang ada malah semakin hari semakin intens hinaannya terhadap keadaan fisik saya, dan semakin sering ia mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan wanita lain yang bertubuh ideal. Ia juga malu mengajak-ajak saya bertemu dengan teman-temannya, karena baginya istri-istri teman-temannya jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan saya.
    Bagaimana saya harus menghadapi suami semacam ini?

  8. 8

    fath102 said,

    U/ Mbak Hanna:
    Saya memahami apa yang dirasakan oleh mbak Hanna, oleh karena untuk menyikapi suami mbak saran saya adalah sebagai berikut:

    1.Dalam situasi dan kondisi yang baik (mbak Hanna sendiri yang tahu) cobalah berdiskusi dengan suami, sebelumnya mulai diskusi Bacalah : Basmallah, Ta’awudz (A’uudzu billahi minasy syaithaanir rajiim) dan Shalawat Nabi agar dalam diskusi nanti mendapatkan hasil yang diinginkan dan mendapatkan berkah Allah SWT.

    2.Jika Suami mbak Hanna Muslim yang taat coba tanyakan pendapatnya tentang beberapa Ayat Alquran dan Hadist dibawah :

    “ Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir : 5 – 6)

    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S Al-Baqarah : 208)

    “Dan ketika Tuhan-mu mengumumkan’Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak karunia kepadamu; dan jika kamu tidak mensyukuri, sesungguhnya azabku sangat keras’ “ (QS Ibrahim [14]: 8 )

    “Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya (tidak membutuhka sesuatu) lagi Mahamulia”(QS An-Naml [27]: 40)

    Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ( Al-Baqarah : 21)

    Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihah.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).

    “Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

    “ Orang laki-laki pezina, yang dinikahinya ialah perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Perempuan pezina jodohnya ialah laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik , dan diharamkan yang demikian itu atas orang yang beriman” (QS An-Nur :3)

    3.Jadi hanya Muslim yang soleh yang pantas mendapatkan wanita yang soleh, dan ingatlah tidak ada wanita di dunia ini yang sempurna pasti ada kekurangannya hanya saja banyak Laki-laki yang tidak mengetahuinya, hanya melihat dari luarnya saja.

    4. Untuk menyikapinya :
    Mbak Hanna harus banyak cadangan Sabarnya, semakin tinggi keimanan seseorang semakin besar godaannya. Jangan lupa selalu meminta perlindungan kepada Allah SWT atas keburukan sikap Suami dan atas godaan setan yang selalu menggoda manusia sampai akhir zaman.

    Semoga Allah selalu memberi kekuatan dan kesabaran kepada Mbak Hanna . Amin

    • 9

      Hanna said,

      Yap, insya Allah Pak. Memang jadinya harus lebih banyak cadangan sabarnya ya? Selain terus mendoakan suami, saya akan terus berdoa agar senantiasa diberiNya penuh cadangan kesabaran buat saya ^^v
      Semangaaattt!!!

  9. 10

    Hanna said,

    Tambahan lagi Pak, ia sudah sangat paham mengenai semua ayat dan hadits yang disampaikan di atas. Karenanya yang saya sampaikan adalah supaya ia bisa LEBIH bersyukur. Ia sudah sangat bersyukur mendapatkan istri seperti saya, bahkan ia juga mengatakan, dengan wanita lain yang lebih cantik belum tentu karakter dan cintanya sebesar saya. Yang menjadi problema bagi saya, adalah dia yang selalu yakin bahwa suatu hari nanti ia akan bisa mendapatkan yang lebih segalanya daripada saya. Katanya, teman-temannya bisa mendapatkan istri yang cantik, kenapa dia tidak. Meskipun bagaimana hubungan antara teman-teman dan istri-istri mereka yang tampak baik-baik saja itu ia lihat hanya dari luarnya. Salah satu istri sahabatnya malah pernah curhat padanya, menceritakan aib rumah tangganya sendiri yang membuat saya beristighfar, kok ada istri yang “terlihat” salihah berbuat begitu. Ya, Alhamdulillah suami saya memang ganteng, itu diakui oleh wanita maupun pria (normal), dan ia selalu memberikan perhatian kepada wanita yang membutuhkan perhatian; yang sebenarnya sikap itu juga sering mengusik saya. Tapi itu masalah lain, bagi saya itu masih bisa saya toleransi, entah dengan cara rasionalisasi atau denial, pokoknya saya masih bisa toleransi sikap perhatiannya ke wanita lain itu.
    Hanya kata-katanya tentang ketidakpuasan terhadap fisik saya ini yang benar-benar mengganggu saya Pak. Saya juga selalu mengingatkannya, alasan dia menikahi saya memang karena dia mendahulukan keluhuran jiwa saya, bukan kecantikan fisik saya. Karena itulah, menjadi tanda tanya bagi saya, kenapa penyesalannya baru muncul sekarang, setelah satu tahun kami bersama. Jika saya menanyakan hal itu, ia juga tak bisa menjawab. Ia akan kembali mengungkapkan keyakinannya bahwa suatu hari ia akan mendapatkan perempuan sempurna. Itu membuat saya tegang dan terancam. Memang jodoh di tangan Tuhan, tapi mana ketenangan yang harusnya diperoleh dalam pernikahan apabila dibayang-bayangi ancaman suatu hari suami pasti berpaling?
    Saya sendiri jadi sedih karena tidak bisa menjadi istri yang all-out bagi suami. Jika ia menuntut perubahan sikap atau karakter saya, saya usahakan sekuat tenaga dengan senang hati. Kalau saja saya overweight, masih bisa saya usahakan diet atau olahraga untuk mendapatkan tubuh ideal. Namun di sini yang ia harapkan adalah perubahan fisik saya, dari mungil ke tinggi semampai seksi. Bagaimana mungkin? Usia saya sudah tidak memungkinkan untuk tumbuh. Karena saya tidak mungkin mengubah yang satu itulah, maka ia memendam keinginan untuk mendapatkan wanita lain dengan fisik yang ideal agar didapatkannya istri yang bisa dibawa-bawa keluar juga.
    Saya mengilustrasikan begini: Ia menginginkan wanita dengan ABCDEF, sementara saya hanya bisa memenuhi ABCDF. Sampai saat ini, ia hanya bisa menemukan yang ABEF, atau BCDE, atau bahkan cuma EF. Apakah jalan satu-satunya adalah membiarkannya poligami Pak? Di usia pernikahan semuda ini? Dan pasti yang terjadi adalah suami tidak bisa berbuat adil, karena ia akan lebih sayang kepada saya ketimbang istri yang hanya menang cantik itu.
    Kesannya, istri hanya untuk koleksi ya Pak? >,<

  10. 11

    Assalamualaikum…
    Boleh ikutan ya,,sblmnya salam kenal…saya sangat senang artikelnya banyak menambah ilmu…
    U/mb Hanna salam kenal ya…semoga mbk sabar selalu…suami saya dulu juga begitu,,,,saya mencari cara bagaimana supaya saya tidak dihina-hina lagi..Alhamdulillah selama berumah tangga penghasilan saya selalu diatas suami bahkan pernah 10x lipat,lalu supaya ga dihina-hina saya menuruti apa saja kesenangan suami misal: membelikan makanan2 yang enak kegemarannya, lalu mengajak silaturahmi ke saudara-saudara yang suami senangi, membelikan beberapa gadged, yang ia senangi dan ga mengeluh apapun didepannya,..tetap bersyukur aja mbk masih diberi kesempatan oleh Allah berumahtangga..krn dilingkungan saya kakak perempuan saya sampai saat ini 12 th blm berumahtangga lagi semenjak dibelikan surat cerai oleh bapak saya karena ternyata suaminya yang dulu telah beristri..Alhamdulillah dia tetap tegar membiayai sendiri anaknya hingga sekarang sdh kelas 2SMP.semoga menambah kesabaran mbk hanna..mohon maaf bila ada salah kata

  11. 12

    fath102 said,

    U/ Mbak Hanna:

    Jika suami mbak sudah memahami dan beriman pada Ayat dan Hadist diatas, sebenarnya sudah cukup pemahaman dan keimanan tsb digunakan sebagai benteng pertahanan suami mbak dan menyikapi mbak Hanna.

    Dari cerita tambahan yang disampaikan mbak Hanna dapat saya beri masukan sbb :
    1. Mbak Hanna tidak perlu khawatir tentang suami menikah lagi karena:
    – Kekhawatiran ttg suami menikah lagi sering ditiupkan setan ke hati mbak Hanna agar mbak Hanna tidak tentram, yakin saja suami tidak akan menikah lagi dan pasrahkan keyakinan tsb kpd Allah SWT. Insya Allah akan mengabulkan keinginan mbak Hanna.
    – Suami sudah paham ayat-ayat dan hadist diatas atau hadist lain yg berhubungan dengan pernikahan sehingga mbak Hanna tenang saja karena suami tidak akan menikah lagi apalgi jika sampai menyakiti hati mbak Hanna.

    Tapi tetap saja ada yg perlu diperhatikan yaitu: Ingatkan kepada suami, pemahaman tidak akan ada artinya tanpa tindakan, justru akan berdosa jika memahami kebaikan tetapi tidak dilakukan apalagi sampai melanggar.

    2. Ingatkan pada suami bahwa ucapan akan keyakinannya mendapatkan wanita idaman akan terpenuhi sangat mengganggu ketentraman hati mbak Hanna, Insya Allah suami memahami kesalahannya. dan Jangan lupa penuhi atau jika perlu tambahi kewajiban mbak Hanna sebagai isteri agar suami makin cinta

    3. Meskipun suami sudah paham coba sampaikan ayat berikut pada suami:

    Dan bergaullah dengan mereka (isteri-isteri) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nisa: 19).

    4. Iman adalah Membenarkan dalam hati, diucapkan dan dilaksanakan dengan perbuatan, Iman akan bertambah dengan ketaatan dan akan berkurang dengan kemaksiatan. Allah maha tahu…Allah tidak melihat bentuk dan rupa seseorang kecuali Iman dari orang tersebut. Semoga Allah menjadikan Suami mbak Hanna orang yang ditambah imannya. Amin

  12. 13

    Tuti Ismawati said,

    saya hanya heran ada ulama yang berpikiran bawa suami tidak berkewajiban atas pengobatan istrinya yang sakit. Bagaimana seorang istri yang tidak bekerja (karena bergantung pada suaminya secara ekonomi) kemudian ketika sakit harus mencari uang untuk mengobati dirinya sendiri? Di mana logikanya?
    Ada satu lagi yang membuat saya heran. Ayat ini tidak pernah saya dengar dibahas oleh guru-guru agama saya atau ustadz/ustadzah di TV atau radio. Ada satu ayat di dalam Al-Baqarah yang menyebutkan bahwa seorang suami berkewajiban menafkahi istrinya bahkan selama satu tahun setelah sang suami meninggal dunia. Artinya, sampai mati pun suami tetap berkewajiban menafkahi istri (selama satu tahun). Saya yakin, surgalah balasan untuk para suami yang bertanggung jawab.
    Jadi, seorang muslim itu harus bekerja keras, berhemat (menabung) dan lebih baik lagi menjadi kaya agar bisa berbagi dengan yang kurang beruntung.

  13. 14

    rusmiashaf said,

    Nice article,, Izin share ya mas fath ,,🙂

  14. 15

    […] posted by https://fath102.wordpress.com/2010/02/25/kewajiban-suami/ Like this:LikeBe the first to like this. […]

  15. 16

    atung said,

    Assalamualaikum mas Fath.
    Istri saya seorang yg keras kepala tidak mau mendengar dan menuruti apa kata saya, segala cara sudah saya lakukan agar dia berubah tp itu semua sia2. Sebenarnya saya sudah tidak tahan dgn sikapnya dan saya ingin berpisah. Tapi karena ada anak dan juga dia seorg yatim piatu, maka niat itu sampai skrg blm terlaksana. Jujur dlm hati saya ingin membina rumah tangga yg harmonis.
    Langkah apa yg harus saya tempuh mas Fath.
    Terima kasih atas jawabannya.
    Wassalamualaikum Wt Wb

  16. 17

    ucilarasati said,

    ijin share…sy ibu 1 ank.apa hukum nya suami mnjatah uang shri2.tnpa ada tw k inginan istri..
    apa msti sbgai istri hrus yg nggodain tnp ada sling balik prhtian.slh ga klo sya jg males tuk bicara atw mlyani dia dlm k seharian nya.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: