Rahasia Menikah Anugrah Luar biasa dari Allah SWT

Kenapa saya mengatakan : “Rahasia Menikah itu adalah anugrah luar biasa dari Allah SWT ?”  karena Allah SWT  memberikan  balasan   bagi hambanya yang mau mengikuti perintah-Nya untuk menikah  yaitu dengan memberikan hadiah atau anugerah luarbiasa khusus bagi orang yang telah menikah. (Boleh iri bagi yang belum nikah) .  Sebagian  Rahasia anugrah yang luarbiasa itu telah ditunjukkan oleh Allah SWT dan Rasullullah Sallahu Alaihi Wassalam  yaitu :

1. Menikah dapat Meluaskan rejeki

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.An Nuur 32)

2. Berhak mendapat pertolongan Allah

Sabda Rasulullah saw,”Tiga orang yang memiliki hak atas Allah menolong mereka : seorang yang berjihad di jalan Allah, seorang budak (berada didalam perjanjian antara dirinya dengan tuannya) yang menginginkan penunaian dan seorang menikah yang ingin menjaga kehormatannya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim dari hadits Abu Hurairoh)

3.  Memperbaiki akhlak dan Martabat

Rasullullah SAW bersabda : kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diatara kamu sesungguhnya Allah akan memperbaiki Ahklak, meluaskan rezeki dan keluhuran mereka( Al Hadist)

4. Mendapat harta dunia akhirat jika memilih suami atau isteri yang solihah

Kenapa saya katakan mendapatkan harta dunia akhirat  karena Harta paling berharga adalah bukan dalam bentuk materi seperti, uang , rumah, mobil dst karena jika anda kaya maka rumah , mobil dst dapat anda beli kapan saja tapi  istri yang solihah belum tentu anda dapatkan meskipun anda kaya.    Sedangkan harta akhirat diberi bonus oleh Allah dengan ditolong dengan separoh agama. Untuk lebih jelasnya lihat hadist berikut:

“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)  

“Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain” (HR. Al-Hakim dan At-Thohawi)

5. Mudah mendapatkan pahala

“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

6.Menikah lebih Berpeluang  masuk surga dari orang yang tidak menikah

Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Y. dan Thabrani).

7. Dan masih banyak rahasia dan  anugrah yang lain yang diberikan Alah kepada hamba-Nya,  Simak  cerita saya  dibawah:

Dulu saya  pernah menjadi anggota  keluarga besar    IPTN tapi bukan Industri Pesawat Terbang Nurtanio lho ..tapi  IPTN  ( Ikatan Pemuda –pemudi Telat Nikah) yang disalip / didahului nikah oleh adik saya. Pada waktu saya masih baru -barunya menikah, saya  bertemu dengan adik  di rumah Ibu, saya ditanya oleh adik saya: “piye mas rasane (nikah) ?”.  “ Gelo (kecewa) ” kata saya ( sambil bercanda serius nunjukkin muka menyesal)  … “Lho kok  keno opo? Kata adik saya nggak kurang serius …  “ Gelo  nang opo nggak biyen- biyen (dari dulu)  nikah” Ha.ha.ha….jawab saya.    Adik sayapun  ikut  tersenyum : He.he..he….  sambil berkata : Diandani (dibilangin)  nggak percoyo……..  enak,..to…?

Benar Demi Allah … dalam hati saya menyalahkan diri saya  kenapa tidak dari dulu saja saya menikah,  Yang pasti jawabannya : Karena waktu itu saya memang  tidak tahu Rahasia Menikah, selain itu  saya mempunyai banyak alasan  yang berdasarkan   Logika saya anggap benar untuk menunda nikah   sehingga dengan alasan berdasarkan Logika itu sayapun jadi keterusan membujang , jika saya tahu rahasia menikah itu ternyata sangat luarbiasa, sudah  pasti sejak dulu saya  menikah.

Dulu saat saya  sudah cukup mempunyai bekal untuk menikah,  ada…. saja alasan saya untuk menunda nikah, Sekarang setelah menikah  saya benar-benar sadar  karena:  “Alasan saya waktu itu banyak salahnya dari pada benarnya meskipun alasan itu jika dilogika banyak benar dari pada salahnya” akan tetapi  rahasia  Allah yang membuktikan  bahwa tidak selamanya Logika itu benar, yang pasti benar adalah perintah Allah dan Rasul-Nya yaitu Jika sudah berpenghasilan  segera  Menikah

” Menikah itu Ibadah” pasti banyak hambatannya,  karena itu  bagi sebagian besar  Laki-laki pasti berat untuk menyatakan kesanggupan menikah jika belum yakin dengan pasangannya serta  bekal yang cukup untuk menikah   begitu juga bagi wanita  juga akan  sulit memutuskan  menerima atau menanyakan  nikah jika belum  cocok dengan pasangannya, tapi yang harus diketahui adalah:

“Rezeki dan Jodoh adalah rahasia Allah SWT jangan bermain logika untuk alasan menunda nikah  pasrahkan saja kepada Allah pasti semua masalah yang mengganjal akan terselesaikan

Ini artinya semua  alasan  seperti : belum cukup bekal menikah, calon suami/isteri tidak kaya , ganteng /cantik , dll tidaklah benar karena ukuran cukup bekal dan kaya bagi setiap orang berbeda dan rejeki ditangan Allah, Sedangkan alasan  seperti  pasangan sekarang masih kurang cantik/ ganteng, kurang baik , belum cocok dll tidak tepat karena Pasangan yang cantik atau ganteng tidak menjamin akan setia pada pasanggannya sedangkan jika ada kekurangan lain pada calon pasangan harap diingat : Tidak ada manusia yang sempurna pasti ada kelebihan dan kekurangannya. ”

Waktu tidak bisa diputar balik kembali . Jika waktu bisa diputar balik kembali  tanpa ragu “Saya Yakin 1000% “:  Saya akan segera  menikah secepatnya selagi muda karena sekarang saya tahu alasannya dan sayapun dengan  yakin mengatakan:  “Jangan ragu untuk menikah”, terutama bagi laki-laki yang sudah bisa mencari nafkah dan Wanita yang sudah ada jodoh/ pacar bisa memutuskan untuk  menikah, atau setidaknya jika masih pacaran (meskipun di agama islam tidak ada pacaran)  tetap harus ditanya kapan menikah,   jangan sampai hanya pacaran saja apalagi sampai “ Habis manis sepah dibuang “  Anda akan menjadi tahu kenapa menikah adalah Anugrah luar biasa dar Allah SWT.

Yang harus diingat :

“Menikah itu ibadah, Ibadah itu berat dan banyak kendalanya tapi jika bisa melaluinya akan begitu  besar pahalanya”.

Setan tidak suka dengan  pernikahan karena menjadikan manusia penuh dengan pahala, sehingga dengan berbagai cara, setan pasti  akan menggagalkan rencana pernikahan  agar pasangan tersebut tidak jadi menikah dan membujang selama mungkin, banyak contoh kejadiannya untuk itu. Jika suatu pasangan melakukan  pernikahan  .. setan akan menangis sedih kecewa  karena  telah gagal  dalam misinya menjerumuskan manusia  selain itu Setan akan merasa rendah terhina tidak bisa menyombongkan diri  karena  tugasnya dianggap gagal total  dan tidak berguna oleh pemimpinnya.

Setan akan dianggap sukses dan bisa menyombongkan diri di kelompoknya  jika tugasnya membuat manusia bisa tetap membujang.  “Suatu Kegagalan besar jika manusia bujang sampai menikah”  karena jika menikah manusia itu menjadi banyak berpahala, dilindungi Allah , diluaskan rezeki dll.

Kesempatan setan  menggunakan jasa manusia guna mendekati lawan jenisnya berbuat maksiat  menjadi berkurang karena pernikahan, Type manusia yang paling disukai setan adalah Laki-laki atau perempuan yang Ganteng atau cantik, bersifat baik, punya penghasilan besar  tapi sedikit mempunyai  pengetahuan agama karena  manusia type ini bisa dengan mudah mempengaruhi lawan jenis untuk berbuat maksiat  dan melupakan  Tuhannya  sehingga orang baikpun bisa menjadi rusak akhlaknya

Oleh karena jalan Pernikahan adalah hal yang tepat bagi orang yang baik  agar orang yang baik tidak menggoda  / tergoda lawan jenisnya sehingga terhindar dari perbuatan yang dilarang agama.

Menikah gampang buat pahala dan banyak  enaknya daripada nggak enaknya Contoh paling mudah :

Buat pahala gampang banget cukup datangi isteri/ suami  iak..iuk  sudah nikmat  dapat pahala lagi… kalau dihitung sudah banyak saya buat pahala  yaitu sejak 17 Desember 2009 coba kalau saya menikah sebelum itu pasti lebih banyak lagi  tabungan pahalanya…
Ini Hadistnya :

Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Belum kebaikan –kebaikan yang lain seperti :
Hidup jadi lebih focus ke pekerjaan dan isteri sehingga pikiran lebih tenang dan tidak  kemana-mana
Ada teman ngobrol dan bercanda, ada yang nyiapain makan, baju kerja, mijitin jika cape  pokoknya semuanya deh… (makasih ya isteriku…)

Nah yang ini adalah janji Allah kepada  orang yang menikah  dan  ternyata bagi saya 100% benar  yaitu :Mendapatkan hak untuk  ditolong Allah, terjaga kehormatan, memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,  menambah keluhuran/ kehormatan.

Buktinya saya ditolong :
Banyak keinginan saya pada sesuatu  menjadi  terlaksana setelah menikah  dengan pertolongan dan diberi kemudahan  oleh Allah , Terjaga kehormatan karena ada penyaluran nafsu kepada isteri,  Ahlak merasa lebih baik karena lebih  nyaman dalam beribadah,  meluaskan rezeki alhamdulllah Allah selalu memberikan rezekinya untuk kami sekeluarga Menambah keluhuran dan dan kehormatan Alhamdulillah Allah  memberikannya dll.

Anda tidak akan  tahu kebaikan-kebaikan menikah  yang lain selain yang saya sebutkan diatas jika anda sendiri tidak  mencobanya….

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

Jika ingin menikah sesuai petunjuk Rasullullah SAW  berikut pilihannya:

1. Niat  artinya Nikahlah dengan Niat  karena IBADAH  yaitu ingin menjaga pandangan dan nafsunya.  Yang namanya Ibadah pasti berat dan banyak tantangannya oleh karena hadapi tantangan tersebut dengan niat karena ibadah. Janganlah menikah karena  faktor lain seperti karena kekayaan, kecantikan/ketampanan dan kedudukan  karena hanya akan mendapat  kebahagiaan sementara tanpa senantiasa mendapat kebarakahan dari Allah SWT.

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)

2. Pilih karena agamanya artinya  orang tersebut memiliki pengetahuan agama yang cukup, minimal tidak suka meninggalkan sholat, setelah itu baru pilih kedudukan, kekayaan, kecantikan/ketampanan dan keturunan pasti kebahagian yang diperoleh saya berani jamin 100% untuk itu.

“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

3. Sebaiknya pilihlah wanita  yang masih gadis  bukan janda cerai 

Ketika Jabir menikahi seorang janda, Rasulullah bertanya kepadanya, “Mengapa engkau tidak menikahi seorang gadis sehingga kalian bisa saling bercanda ria? …yang dapat saling mengigit bibir denganmu.” (HR. Bukhari (nomor 5079) dan Muslim (II:1087)

Menikahlah kalian dengan gadis-gadis perawan karena kata-kata mereka lebih manis, rahim mereka lebih subur, dan mereka lebih ridha dalam menerima yang sedikit  (HR. Ath Thabrani dalam al Kabiir  (X/10244 ) dari Ibnu Mas’ud)

Bagi pembaca yang kebetulan duda atau Janda pasti banyak  yang protes dengan isi  hadist diatas, sebagai orang islam kita pasti memahami dan tidak dapat dipungkiri lagi  bahwa Rasullullah SAW adalah tauladan yang terbaik bagi semua orang di muka bumi ini.

Bahkan  hak Perawan dan Janda  berbeda saat akan  diminta persetujuan menikah.   perhatikan hadist berikut :

Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Janda itu lebih berhak atas dirinya dari pada walinya, sedang gadis dimintaidzinnya dan idzinnya adalah diamnya. [HR. Jamaah kecuali Bukhari]

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Seorang janda tidak (boleh) dinikahkan sehingga ia diajak musyawarah, dan seorang gadis tidak (boleh dinikahkan) sehingga dimintai idzinnya”. Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, lalu bagaimana idzinnya ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Ia diam. [HR. Jamaah

Khusus bagi seorang laki-laki / perempuan yang belum pernah menikah (perjaka atau perawan) dan berniat akan   menikah dengan seorang janda / duda

PERHATIKAN :  Akan lebih baik jika  janda /duda  yang dipilih  adalah  janda/duda   mati  karena ditinggal mati suami / isterinya  atau paling tidak  cerai karena ditinggal suami /isteri   yang tidak baik  misalnya  ditinggal selingkuh  dengan orang lain, padahal dirinya sudah baik bukan  jadi janda atau duda  karena faktor -faktor seperti :  seperti tidak cocok sifatnya, kurang nafkah dll.

Memang tidak semua janda/duda cerai tidak baik  banyak juga yang  baik tapi jika anda mau berfikir dan mau merunut  kisah dari awal menikah sampai terjadi perceraian pada janda/duda  cerai tersebut pasti ada  tatanan agama  (misal kesabaran, nafkah , kesetiaan , tidak egois dll) yang  dilanggar baik oleh  pihak laki-laki atau perempuan  sehingga perkawinan tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga terjadilah perceraian ,  oleh karena itu bisa dibuktikan bahwa  menikah dengan wanita yang masih gadis (perawan)/ jejaka  ( Jangan salah ya gadis tapi bukan perawan atau perjaka tapi suka main perempuan)  akan lebih banyak keutamaanya daripada menikah dengan seorang janda / duda cerai.

 Terutama  dan pasti 99,99% tidak baik  adalah Jika  wanita yang dipilih  adalah wanita yang  menjanda karena  dirinya   SELINGKUH (zina) kemudian dicerai suami /isterinya, begitu juga sebaliknya. Wanita janda tukang SELINGKUH seperti ini sangatlah tidak baik jika tidak mau dibilang  wanita kotor /sampah dan bagi seorang laki-laki muslim sangatlah tidak pantas jika menikah dengan wanita janda type ini, sehingga dalam islam wanita  yang berselingkuh oleh Allah SWT di berikan hukuman yang keras yaitu di rajam sampai mati.  Hal yang sama juga berlaku bagi duda tukang SELINGKUH  yang bercerai  karena dirinya berselingkuh /zina.  

Syaikh lelaki dan perempuan apabila keduanya berzina maka rajamlah keduanya sebagai balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana  (HR Ibnu Mâjah kitab al-Hudûd Bab ar-Rajmu dan dishahihkan al-Albâni dalam Shahîh Sunan Ibnu Mâjah 2/81)

Ibnu al-Mundzir rahimahullah menyatakan: Para ulama telah berijma’ (sepakat) bahwa orang yang dihukum rajam, terus menerus dilempari batu sampai mati. (Dinukil dari al-Mughni 12/310).

4.  Pilihlah perempuan atau lelaki yang bisa menjaga kehormatannya

Menikah adalah membuat kontrak seumur hidup dengan pasangan kita jika pasangan kita salah bukan berarti harus putus kontrak tapi diperbaiki kesalahannya, Perempuan atau lelaki yang bisa menjaga kehormatan adalah jaminan / garansi bahwa  kontrak akan dapat berlaku seumur hidup. Untuk memilih wanita Rasullullah SAW menyarankan:

Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihah.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).


5. Menikahlah dengan wanita atau lelaki yang dicintai
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).

Jika  Anda masih tetap enggan menikah dan lebih suka berpacaran  maka perhatikan hadist Rasullullah SAW berikut :

Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).

“Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Jika semua hadist diatas masih dirasa kurang  cukup coba perhatikan Fase kehidupan manusia yang harus dilakukan jika tidak dilakukan akan terjadi masalah dan ketidakseimbangan hidup .

Fase kehidupan manusia adalah Fase siklus  kejadian alamiah yang urut  berkesinambungan  dan harus dilakukan jika tidak dilakukan akan dikatakan “abnomal” (bermasalah)  atau  seperti program dalam computer yang  jelas urutan programnya jika tidak dilaksanakan  program tersebut akan  terjadi “error”.

Fase kehidupan manusia dilihat dari apa yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut:

Nangis – Sekolah – Kerja – Nikah – Punya Anak – Pensiun – Mati – Surga/ Neraka

Bayi lahir  harus nangis jika tidak nangis tidak normal/bermasalah,  setelah tumbuh menjadi  Anak harus sekolah tidak sekolah bermasalah,  setelah sekolah selesai  harus kerja jika tidak kerja bermasalah,  setelah  bekerja mendapat penghasilan ya harus   Menikah jika tidak menikah akan  bermasalah,   setelah Menikah Punya Anak  jika  tidak mempunyai anak akan bermasalah,  setelah punya anak menjadi   Tua Istirahat jika  tidak istirahat masalah   setelah tua …. ya  Mati.

35 Responses so far »

  1. 1

    anita said,

    saya menikah dgn lelaki yg telah beristri. Saya berhubungan selama setahun dengannya via sms, tlpn, dan dunia maya. Dgn 2 kali prtemuan kilat tanpa ada kontak mata atw brsentuhan. Sejak awal berhubungan dan mulai ada ketertarikan,kami sudah sama-sama ingin menikah untuk meminimalisasi dosa besar kami krn telah menjalin hubungan terlarang. Saya telah membaca artikel anda tentang perselingkuhan. Saya makin merasa berdosa. Apalagi mengingat hubungan saya dan istri pertama suami saya sangat tidak baik. Ia begitu membenci saya, bahkan sudah sangat sering ia menyebut saya pelacur. Mungkin derajat saya memang sudah bisa disamakan dgn pelacur krn telah menyukai lelaki beristri dan bersedia dinikahinya. Dan membaca artikel ini, saya ingin bertanya, apakah ni’mat yg luar biasa berlaku juga untuk pernikahan saya dgn lelaki yg telah beristri??

  2. 2

    fath102 said,

    U/ Mbak Anita:

    Anda termasuk yang mendapat nikmat luarbiasa dari Allah asal dalam Pernikahan anda Rukun dan syaratnya terpenuhi yaitu : Ada Calon suami ada calon isteri, Ijab Qobul, Wali dan Mahar secara benar. Meskipun anda menikah dengan pria beristeri karena lebih baik anda menikah daripada zina

    Mengenai pernikahan tersebut memang muslimah yang baik tidak akan menyakiti hati muslimah yang lain oleh karena itu minta maaflah jika telah menyakiti hati muslim yang lain, jika isteri pertama tidak mau memberi maaf iitu adalah hal lain yang penting Mbak Anita sudah minta maaf ..

    Menikah dengan Pria beristeri diperbolehkan asalkan suami bisa berlaku adil terhadap mbak Anita dan isteri pertamanya, jika suami tidak bisa berlaku adil maka pada hari kiamat nanti Suami akan datang dengan bahu miring.

  3. 3

    Alam said,

    Saya telah menikah dengan seorang janda yang sudah memiliki 4 anak,. Saya berniat menikahi nya karna mencari ridho Allah, mencari cinta Allah dgn mengikuti perintah Allah,. Karna yg pnh saya dengar menyantuni janda adalah berhala,. Yg jelas saya benar2 mencintainya n ikhlas menerima anak2nya,. Dengan melihat hadits Rasulullah ttg menikahi gadis karna bisa bercengkrama. Apakah salah apa yg telah saya lakukan,. Karna saya pikir tidak semua gadis bisa mendatangkan kebahagiaan dunia n akhirat,. Mohon jawaban nya,.

  4. 4

    fath102 said,

    U/ Mas Alam :

    Tindakan Mas Alam tidak salah jika wanita yang mas nikahi itu menjadi janda karena ditinggal mati suami sehingga anaknya menjadi anak yatim, maka menikahi janda ini akan berpahala karena juga memelihara anak yatim.

    Sedangkan Wanita yang menjanda karena berhubungan dengan pria lain / selingkuh dan suami menceraikannya, atau wanita itu minta cerai karena berhubungan dengan pria lain sebelumnya , Bagaimanapun cantiknya wanita itu sebaiknya tidak dinikahi karena 99% pasti akan berulang kembali selingkuh berhubungan dengan pria lain dalam perjalanan waktu pernikahan pada tahun- tahun berikutnya apalagi jika Pria yang dinikahi tidak dapat memberikan apa yang diinginkan janda tersebut.

    Menikahlah dengan wanita yang memahami dan menerapkan hukum agama Islam dalam kesehariannya. Wanita gadis atau janda yang terbaik adalah wanita yang memegang teguh agamanya. Jika sama –sama bisa memegang teguh agamanya tentunya yang masih gadis akan lebih baik karena Rasullullah SAW pun menyarankannya.

    Gadis atau Wanita yang menjanda karena selingkuh dengan pria lain yang paling cocok baginya adalah lelaki pezina juga.

    “ Orang laki-laki pezina, yang dinikahinya ialah perempuan pezina pula atau perempuan musyrik. Perempuan pezina jodohnya ialah laki-laki pezina pula atau laki-laki musyrik , dan diharamkan yang demikian itu atas orang yang beriman” QS An NurAyat 3

    • 5

      dhev said,

      anda benar bu,tidak semua janda karena cerai itu tdk baik,,bahkan kalaupun tdk baik teruz dia mau bertaubat nasuha,,bukankan ia sprti manusia yg baru lahir?

  5. 6

    Awandragon said,

    Subhanallah ………..

  6. 7

    awan said,

    Assalam mualaikum, saya menikah dengan seorang Duda cerai hidup, dalam pernikahan kami yg baru setahun ternyata suami saya telah berselingkuh dengan mantan pacarnya sejak sebelum bertemu dengan saya. Hubungan pacaran kami memang tergolong singkat hanya 3 bulan dan dilanjuti dengan menikah. Suami saya telah mengakui perbuatannya perbuatan selingkuhan tersebut, perbuatan perzinahan itu sudah sering dilakukan sebelum dan pada saat sudah berumah tangga. Mantan pacarnya ternyata seorang janda namun belum bercerai secara resmi dengan suaminya. Suami telah memutuskan hubungannya dengan selingkuhannya dan Suami sudah berniat bertobat untuk memperbaiki hubungan rumah tangga kami kedepannya.

    Yang ingin saya tanyakan setelah membaca artikel ini adalah bagaimana supaya saya bisa lebih mensyukuri makna pernikahan dengan masa lalu suami yang suram. saya sangat mencintai suami dan benar benar ingin menjalankan pernikahan ini dengan bahagia secara Islam.

    Apa yang harus dlakukan oleh suami saya jika ingin benar benar di jalan Allah.

    Adik ipar perempuan suami mempunyai hubungan baik dengan mantan selingkuhan suami dalam berbisnis, adakah solusi yg terbaik yang harus dilakukan ? Suami pernah mengajukan keberatan dengan adiknya supaya tidak berhubungan bisnis dengannya namun hal tersebut ditolak oleh ipar saya dengan alasan hubungan dengan dia hanya bisnis semata. Sikap seperti apa yg harus saya lakukan ?. Adik ipar saya pun mengetahui hubungan perselingkuhan suami, dia pernah memperingati suami saya namun pada saat itu suami saya tidak mengindahkannya

  7. 8

    […] kesempatan hidup tapi tetap saja  tidak mau bertobat… bagi yang belum menikah silahkan baca disini mungkin bisa jadi obatnya untuk tidak zina […]

  8. 9

    wira said,

    Saya seorang duda dgn 2 anak perempuan. Istri saya seorang Janda dengan 1 anak lelaki (di asuh oleh orangtua istri saya). Kami menikah dan mendapat 1 anak perempuan.Sekarang istri saya turun rumah tanpa pamit. Alasannya adalah Istri saya memilih anak lelakinya dan kedua orangtuanya dibandingkan dengan saya dan anak kami. Sementara anak lelakinya sudah beberapa kali saya minta untuk tinggal bersama agar terjadi hubungan bathin yg baik antara saya dan anak istri saya dari perkawinan pertamanya, namun istri saya selalu menolak. Perlu di ketahui, istri saya pernah melakukan hal yang sama dan meninggalkan saya dan anak2 selama 6 bulan. ketika istri saya kembali, istri saya sudah hamil 4 bulan dengan lelaki lain. saya menerima istri saya kembali dan kemudian janin haram tersebut di gugurkan oleh istri saya dan kemudian saya kembali menikahi istri saya untuk kedua kalinya. sekarang sudah 4 bulan sejak istri saya meninggalkan saya lagi. Saya tidak pernah memukul istri saya, saya mampu memberikan istri saya nafkah lahir dan bathin, saya sangat mencintai istri saya. Hidup kami tidak ada yang kurang walaupun tidak berlebihan. 4 bulan tiada kabar berita dari istri saya. yang saya tahu istri saya ada bersama orang tuanya. sudah 3 kali saya pergi bujuk untuk kembali tapi istri saya malah berteriak lari meninggalkan saya. terkesan sengaja di buat-buat karena saya sebenarnya yang takut kepada istri saya, kenapa di depan orangtuanya dan tetangganya di kampungnya, istri bertingkah sebaliknya? Terlihat disengaja agar orang tuanya berfikir bahwa saya itu adalah suami yang jahat. sekarang saya sudah tidak akan pernah ke kampung mereka karena harga diri saya sudah di injak oleh orang tua istri saya dan keluarga serta tetangga mereka di sana. Namun saya masih dan sangat mencintai istri saya. saya akan tetap menunggu istri saya kembali. Pertanyaannya adalah, apakah tindakan yang saya menunggu istri saya kembali adalah tindakan yg benar?

  9. 10

    hasan said,

    mohon izin sya kofy artikel ini

  10. 11

    thevienay jazziez said,

    Masih ragu untk menikah???
    Think again…!!!

  11. 12

    […] ini masih tapi tetap saja  tidak mau bertobat… Khusus bagi yang belum menikah silahkan baca disini mungkin bisa jadi obatnya untuk tidak zina […]

  12. 13

    Tya Arifin said,

    Assamualaikum….

    Semua isi yang anda tuliskan diatas hampir benar menurut saya tapi ada satu hal yang sangat mengusik saya, yaitu :

    “oleh karena itu bisa dibuktikan bahwa menikah dengan wanita yang masih gadis akan lebih banyak kebaikannya daripada menikah dengan seorang janda cerai terutama dan pasti 99,99% benar adalah wanita janda yang dicerai suaminya karena wanita itu selingkuh. Wanita janda ini sangatlah tidak baik jika tidak mau dibilang wanita kotor /sampah dan bagi seorang laki-laki muslim sangalah tidak pantas jika menikah dengan wanita janda seperti type ini.”

    anda terkesan sangat menghakimi perempuan2 yang menjadi janda karena cerai, tahukah anda bahwa ketika perempuan terlepas dari pernikahannya bukan selalu perempuan yang bersalah / selingkuh tapi karena banyak juga para kaum lelaki yang melakukannya dan kadang tidak menyadari tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah…

    bukankah Allah tidak pernah membeda2kan umatnya dari statusnya…?? entah itu gadis atau janda, apakah itu ukuran keimanan seseorang….???
    bahkan ketika perempuan2 menjadi janda, bukankah itu juga ketentuan dari Allah yang mesti mereka jalani.
    Tahukan anda seberapa besar kuat dan tegarnya para perempuan2 yang janda itu harus menjadi ayah sekaligus ibu untuk menghidupi anak2 mereka dengan rizki yg halal dan menghadapi pandangan orang2 yang seperti anda tulis diatas…

    sangat mengecewakan tulisan anda diatas….karena anda hanya melihat dari kacamata negatif pandangan masyarakaat tentang janda.

    Bayangkan jika itu pernah terjadi pada ibu, istri, saudara perempuan dan bahkan anak anda….???
    apakah anda akan menuliskan hal yang sama….

    saya memang tidak mengerti agama sebaik dan sesempurna anda tapi saya tau rasanya sebagai janda yang mempunyai putri dan harus berjuang untuk hidup saya dan putri saya karena kami ditinggalkan oleh suami dan ayah yang tidak bisa bertanggung jawab…

    Cobalah bijaksana dengan keadaan orang lain, terimakasih

    Wassalam

    Tya

    • 14

      fath102 said,

      Mbak Tya sebelumnya saya mohon maaf jika anda tersinggung tapi ada baiknya anda baca baik-baik dan hati-hati dalam memahaminya.

      Saya tidak menghakimi janda yang cerai itu tidak baik tapi yang saya tekankan adalah wanita yang menjanda karena selingkuh . Jika wanita bersuami berselingkuh (zina) dengan lelaki lain bukan hanya saya pribadi, semua masyarakat yang baik pasti akan menghakimi bahwa wanita itu tidak baik terutama lagi wanita itu jadi janda cerai karena dirinya SELINGKUH pasti 99.99% tidak baik.

      Apakah anda tidak setuju jika Gadis yang masih perawan lebih banyak kebaikannya dari seorang janda yang bercerai karena dirinya selingkuh dengan lelaki lain yang bukan suaminya?
      jadi pahamilah dengan baik -baik tulisan berikut:

      ” oleh karena itu bisa dibuktikan bahwa menikah dengan wanita yang masih gadis (perawan)/ jejaka akan lebih banyak kebaikannya daripada menikah dengan seorang janda / duda cerai, terutama dan pasti 99,99% benar adalah wanita yang menjadin janda karena wanita /laki -laki itu BERSELINGKUH (zina) kemudian dicerai suami /isterinya”

      ” Yang intinya adalah menekankan bahwa janda atau duda cerai yang disebabkan karena mereka berselingkuh 99.99% pasti tidak baik. ” akan lebih baik jika menikah dengan perawan atau jejaka.

      Selain itu beda hukumannya dalam islam untuk zina yang dilakukan oleh seorang yang sudah menikah (rajam sampai mati) dengan zina yang dilakukan oleh seorang yang belum pernah menikah (cukup di cambuk saja)

      Saya tetap mengatakan bahwa Wanita yang bersuami yang berselingkuh dan berzina dan menjanda adalah sampah dan memang tidak pantas jika di nikah oleh seorang muslim karena wanita seperti ini dalam hukum Islam boleh dibunuh atau dirajam dasarnya adalah :

      QS An Nuur ayat 3. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

      Hadist Nabi SAW :
      Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” (HR Bukhâri no.6878 dan Muslim 1676)

      Hadist lain:

      Ada seorang lelaki, yang sudah masuk Islam, datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengakui dirinya berbuat zina. Nabi berpaling darinya hingga lelaki tersebut mengaku sampai 4 kali. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah engkau gila?’. Ia menjawab: ‘Tidak’. Kemudian beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau pernah menikah?’. Ia menjawab: ‘Ya’. Kemudian beliau memerintah agar lelaki tersebut dirajam di lapangan. Ketika batu dilemparkan kepadanya, ia pun lari. Ia dikejar dan terus dirajam hingga mati. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan hal yang baik tentangnya. Kemudian menshalatinya” (HR. Bukhari no. 6820)

  13. 15

    […] ini masih tapi tetap saja  tidak mau bertobat… Khusus bagi yang belum menikah silahkan baca disini mungkin bisa jadi obatnya untuk tidak zina […]

  14. 16

    tejo said,

    tanya.

    saya ssedang bingung apakah menikahi janda cerai dengan satu anak?
    janda ini dulu minta cerai kepda suaminya karena dianggap telah tidak memberikan nafkah lahir.

  15. 17

    lia said,

    saya mempunyai pcar seorang duda beranak1, kami berencana untuk menikah. namun keluarga besar saya menolaknya. padahal aku bisa menerima sttus calon suami aku. Apa yg harus aku lakukan? apakah aku harus menikah dan mengabaikan kelwarga bsarku? atau aku harus menggagalkan rencana pernikahan ini? mohon saranya

  16. 18

    Iy said,

    Tulisan anda baik, tp mf sebaiknya anda tdk menyudutkan segolongn org dgn penilaian dr sudut pndang anda sndiri. Drmn anda tahu,99,99 % janda dicerai adlh krn selingkuh.anda muslim,smg anda bs lbh santun dlm menilai dan memahami ajarn islam yg bgtu menghormati wnt.mksh

    • 19

      Iy said,

      Sebutan kotor atau sampah untuk janda cerai,sy rasa tdk pantas keluar dr mulut seorg laki2 muslim. Hrsnya anda malu,laki2 yg pngtahuan agamanya tdk sehebat anda bs lbh bijak dlm menilai dan berucap.Istighfar anda mas.

      • 20

        fath102 said,

        Mbak Iy sebelumnya saya mohon maaf jika anda tersinggung tapi ada baiknya anda baca baik-baik dan hati-hati terlebih dahulu sebelum mengomentarinya dan tulisan saya jangan di potong potong sehingga menjadi beda artinya.

        Saya tidak menulis seperti yang anda tulis ” Drmn anda tahu,99,99 % janda dicerai adlh krn selingkuh” yang benar sesuai tulisan di atas adalah :

        ” oleh karena itu bisa dibuktikan bahwa menikah dengan wanita yang masih gadis (perawan)/ jejaka akan lebih banyak kebaikannya daripada menikah dengan seorang janda / duda cerai, terutama dan pasti 99,99% benar adalah wanita yang menjadin janda karena wanita /laki -laki itu BERSELINGKUH (zina) kemudian dicerai suami /isterinya”

        ” Yang intinya adalah janda atau duda cerai yang disebabkan karena mereka berselingkuh 99.99% pasti tidak baik. ” akan lebih baik jika menikah dengan perawan atau jejaka karena beda hukumannya dalam islam zina yang dilakukan oleh seorang yang sudah menikah dengan zina yang dilakukan oleh seorang yang belum pernah menikah.

        Wanita yang bersuami yang berselingkuh dan berzina dan menjanda memang tidak pantas jika di nikah oleh seorang muslim karena wanita seperti ini Dalam hukum Islam boleh dibunuh atau dirajam dasarnya adalah :

        QS An Nuur ayat 3. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

        Hadist Nabi SAW :
        Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” (HR Bukhâri no.6878 dan Muslim 1676)

        Hadist lain:

        Ada seorang lelaki, yang sudah masuk Islam, datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengakui dirinya berbuat zina. Nabi berpaling darinya hingga lelaki tersebut mengaku sampai 4 kali. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah engkau gila?’. Ia menjawab: ‘Tidak’. Kemudian beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau pernah menikah?’. Ia menjawab: ‘Ya’. Kemudian beliau memerintah agar lelaki tersebut dirajam di lapangan. Ketika batu dilemparkan kepadanya, ia pun lari. Ia dikejar dan terus dirajam hingga mati. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan hal yang baik tentangnya. Kemudian menshalatinya” (HR. Bukhari no. 6820)

  17. 21

    anonimus said,

    halah omong kosong nih. buktinya tidak ada satupun yang terjadi dalam kehidupan saya. Saya baru menjalani pernikahan selama 3 bulan dan dalam pernikahan tersebut saya niatkan untuk mendapatkan ridho dari allah tapi apa yg terjadi, hutang saya makin banyak, istri saya mendapatkan sakit kista, beban hidup yg makin berat, yaaaaa menurut pendapat saya sih (pendapat saya loh) itu semua omong kosong.

  18. 22

    khairi said,

    Aku lelaki usia 27 tahun, jujur d bulan ramadhan ini ke inginanku untuk menikah begitu besar, hal ini ku perkuat dgn shlt tahjud dn shlt hajad yg umumnya lakukan stiap hari,,, kendalaku adalah aku blum mnmukan pasangan yg kurasa cocok dunia dan akhirat, jujur aku punya pasangan tapi entah bisikan untuk mengakhiri masa lajangku dengannya blum terlalu kuat dr ALLAH SWT,,, dan dalam doa doa ku aku ingin ALLAH satukan hatiku dan luruskan jalan pada siapa pun yg di kehendaki dr ALLAH, aku sdh kerja, tapi aku blum punya bekal untuk menikah, karna zaman skrg nikah butuh dana yg cukup bsr jg,,,yang jadi pertanyaanku adalah:
    Apa kah ada kewajiban dlm diriku untuk menikah?
    Adakah alasanku untuk menunda pernikahan dgn keraguaanku ini pada pasanganku?
    Apa amalan dan doa yang kupanjatkan agar aku berjumpa dgn jodohku?
    Terima kasih sebelumnya

  19. 23

    Eva Mutiara said,

    Subhanallah …):-

  20. 24

    miu said,

    Subhanallah,, ya Allah mudah2n sya bs cpat menikah,, minta doanya ,, sya sedang beriktiar bersma sesorg yg saya pilih untuk segera menikah,, setelah membaca artikel ini sy bnr2 ingin menyempurnakan ibadah,, amin
    Mudah2n sy d beri.kelancaran ya Allah amin,,

  21. 25

    tya said,

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…saya ingin menanyakan untuk teman saya. Teman saya ini seorang janda berusia 40an tahun.Almarhum suami nya meninggal 7 tahun yang lalu. Dia memiliki anak-anak yang sudah menginjak remaja. Hampir 3 tahun teman saya ini menutup hati untuk laki-laki yang ingin mendekatinya. Dia hanya membuka hatinya untuk almarhum suaminya. Tapi karena permintaan keluarga, maka teman saya ini mencoba membuka hatinya kembali, tapi belum ada yang menarik hatinya. Hingga pada awal tahun 2013 ada seorang ibu yang mengenalkan suaminya untuk dijadikan istri bagi suami si ibu itu sendiri. Kontan saja teman saya ini menolak. Lagi-lagi ibu itu
    menghubungi teman saya ini untuk bertemu, untuk membicarakan hal suaminya. Teman saya pun berkali-kali menghindar.Keluarga teman saya pun pada awalnya tidak setuju. Tapi pada akhirnya teman saya mau menerima tawaran ibu itu untuk dijadikan istri bagi suaminya sendiri.Dan si ibu itu pun menceritakan semua penyebab mengapa dia ingin mencarikan istri untuk suaminya itu. Karena ibu itu menderita sakit, sehingga tidak dapat melayani sebagaimana mestinya. Pencarian calon istri untuk suaminya itu dimulai dari tahun 2005. Hingga menemukan teman saya itu. Meskipun teman saya awalnya pun merasa tidak yakin dengan keputusannya itu. Karena masih banyak laki-laki yang masih muda
    dan belum pensiun. Sedangkan suami si ibu itu sudah mengajukan pensiun dini. Namun, seiring berjalannya waktu, dan ada beberapa peristiwa, sehingga ibu itu mempertimbangkan kembali, setelah apa yangdiucapkannya kepada teman saya itu. Diantaranya adalah supaya tidak terlalu sering menghubungi melalui telepon atau pesan singkat di handphone maupun di situs jejaring sosial. Karena ternyata anak si ibu itu mengetahui isi pesan di situs jejaring sosial milik ayahnya (suami si ibu itu). Dan teman saya itupun menonaktifkan akun miliknya, untuk
    menuruti permintaan ibu itu. Dan ada hal-hal lain yang harus dipenuhi
    teman saya, termasuk untuk tidak berada di tempat umum dengan suami si
    ibu itu. Karena khawatir ada yang rekan kerja/kerabat si ibu itu atau
    rekan/kerabat suaminya itu. Seiring berjalannya waktu suami si ibu itu
    menjadi mencintai teman saya itu. Dan dibuktikannya suami si ibu itu
    mendatangi kedua orang tua teman saya, dan meminta untuk diajak
    mendampinginya mengarungi kehidupan yang baru. Tidak cukup disitu
    saja, suami si ibu itu sering memberikan uang saku, dan uang kebutuhan
    lain-lain pada teman saya dan anak-anaknya. Tapi karena akhir-akhir
    ini teman saya itu mendapat perlakuan yang kurang simpati dari ibu
    itu, maka teman saya itu menjadi biasa-biasa saja terhadap suami si
    ibu itu, meskipun di dalam hati teman saya itu sudah mulai ada rasa
    cinta pada suami si ibu itu. Dan berkali-kali suami si ibu itu meminta
    teman saya untuk nikah siri untuk menghindari dosa. Meskipun pernah
    juga bahwa si ibu itu menceritakan pada teman saya, bahwa si ibu itu
    berkali-kali minta cerai pada suaminya itu. Tapi suaminya tidak mau.
    Meskipun suami si ibu itu pun paham betapa menderitanya teman saya
    itu, akibat perlakuan istrinya itu. Dan antara teman saya dan suami si ibu itu sudah ada cinta di antara mereka. Teman saya pun berkali-kali
    diminta untuk menunggu dan sabar oleh suami si ibu itu, dan katanya
    ada saatnya. Juga karena suami si ibu itu sedang mencari peluang untuk mendapatkan uang yang lebih banyak lagi untuk masa depan istri pertama, dan untuk masa depan teman saya itu. Jadi , bagaimana pendapat pak Ustadz, Mohon bantuannya untuk teman saya ini, karena mengingat sampai kapan teman saya ini menunggu ? Bagaimana sebaiknya teman saya ini bersikap ? Karena usia suami si ibu itu 9-10 tahun lebih tua dengan teman saya itu. Mohon jawaban segera, dan Terimakasih bantuan pak Ustadz.
    Wasallamu’alaikum.

  22. 26

    nedy said,

    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. Bgmn kata2 ini bs kluar dr seorang yg mngaku sbg muslim yg baik ??“oleh karena itu bisa dibuktikan bahwa menikah dengan wanita yang masih gadis akan lebih banyak kebaikannya daripada menikah dengan seorang janda cerai terutama dan pasti 99,99% benar adalah wanita janda yang dicerai suaminya karena wanita itu selingkuh. Wanita janda ini sangatlah tidak baik jika tidak mau dibilang wanita kotor /sampah dan bagi seorang laki-laki muslim sangalah tidak pantas jika menikah dengan wanita janda seperti type ini.”Anda tdk akan prnh tau berat ny mnj janda cerai dr seorang laki2 yg tak btgg jwb dan mninggalkananak2ny bgitu sj?? Klo g tau mohon jgn bkata spt itu !!

    • 27

      fath102 said,

      Wanita yang berselingkuh dan berzina memang tidak pantas jika di nikah oleh seorang muslim karena wanita seperti ini Dalam hukum Islam boleh dibunuh atau dirajam dasarnya adalah :

      QS An Nuur ayat 3. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.

      Hadist Nabi SAW :
      Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: orang yang berzina padahal ia sudah menikah, membunuh jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya lagi memisahkan diri dari jama’ah (kaum muslimin)’.” (HR Bukhâri no.6878 dan Muslim 1676)

      Hadist lain:

      Ada seorang lelaki, yang sudah masuk Islam, datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengakui dirinya berbuat zina. Nabi berpaling darinya hingga lelaki tersebut mengaku sampai 4 kali. Kemudian beliau bertanya: ‘Apakah engkau gila?’. Ia menjawab: ‘Tidak’. Kemudian beliau bertanya lagi: ‘Apakah engkau pernah menikah?’. Ia menjawab: ‘Ya’. Kemudian beliau memerintah agar lelaki tersebut dirajam di lapangan. Ketika batu dilemparkan kepadanya, ia pun lari. Ia dikejar dan terus dirajam hingga mati. Kemudian Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengatakan hal yang baik tentangnya. Kemudian menshalatinya” (HR. Bukhari no. 6820)

  23. 28

    ariea vitri said,

    assalamualaikum,,,,, saya ingin konsultasi dengan bpk melalui email, email saya : ariex_vitri@yahoo.com.terima kasih.

  24. 29

    termaksh artikelnya bgus, namun untuk hikmah yang no 4 perlu di kaji ulang.

    klik http://www.piss-ktb.com/2012/12/2146-sholat-orang-yang-menikah-70x_6372.html?m=1

    • 30

      fath102 said,

      Terima kasih commentnnya,untuk no.4 mendapat pahala berlipat di ubah menjadi mendapat harta dunia akhirat jiak menikah dengan suami atau istri yang solihah.

  25. 31

    tia said,

    Assalamu’alaikum wr wb

    saya seorang ibu dari 2 anak, dan sedang berantakan dengan rumah tangga karena sudah tidak bisa lagi menerima perilaku suami,, dan saya sudah berpisah rumah sejak 5 bulan lalu. perjalanan waktu saya berhubungan dengan seorang teman lama saya, dan dia sangat prihatin dengan kondisi saya, dan dia mengajak saya menikah . tapi setelah suami saya tahu kalau saya sudah ada penggantinya, suami saya mengajak balikan,,, saya bingung.. apakah ini salah, sedangkan suami saya sudah beberapa kali menceraikan saya. tapi dia tersadar baru sekarang, mohon pencerahannya

  26. 32

    Cool said,

    Saya blm nikah, sudah beberapa kali mengajak nikah tp blm ada yg mau…. Brarti saya termasuk umat yg buruk ya, seandainya ternyata besuk saya meninggal dan blm menikah 😥

  27. 33

    Furqon said,

    assalamualaikum wr. wb.
    Saya ingin menanyakan tentang pahala ibadah. Tadi disebut kan jika orang yang sudah menikah memiliki pahala ibadah yang derajatnya lebih besar. Pertanyaan saya untuk janda yang ditinggal mati apakah masih mendapatkan pahala ibadah sebagai orang yang sudah menikah??

  28. 34

    Seli Delima said,

    Saya kok tidak menyukai dengan point yang no 3 yah.. menikahlah dengan yang masih single.. bukankah anda jg menulis seorang tidak ingin menjadi janda atau duda.. Tolong diberi penjelasan yang lebih detil dong.. kesannya pada pendapat diatas janda atau duda itu semuanya ga boleh dinikahi.


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: